Perbandingan triologi Van Deventer dengan triologi Orba

Triologi Van Deventer terdiri atas:

  1. Irigasi
  2. Edukasi
  3. Migrasi

Kebijakan ini dikeluarkan oleh Ratu Wihelmina pada masa pemerintahan A. W. F. Ideenburg (1902-1905). Kebijkan ini dikeluarkan sebagai bentuk balas budi negara Belanda kepada rakyat di negeri Hindia Belanda yang menderita sebagai akibat praktik politik pintu terbuka yang secara bebas mengekplotasi rakyat. Walau secara praktik, politik etis ini tak jauh beda dengan pintu terbuka ataupun

Triologi Orba terdiri atas:

  1. Stabilitas nasional
  2. Pertumbuhan ekonomi
  3. Pemerataan pembangunan

Posisi ketiga elemen ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Misalnya pada Rapelita I, karena baru saja usai pemberontakan G30S. Maka unsur stabilitas nasional lebih ditonjolkan. Lalu pada Rapelita II, unsur pertumbuhan ekonomi lebih ditonjolkan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas.

Triologi Van Deventer ini memiliki kesamaan, yaitu untuk menciptakan kemakmuran bersama. Tiga komponen itu secara prinsipil adalah sama, irigasi hampir sama dengan pertumbuhan ekonomi. Dimana irigasi menekankan pada pembangunan ekonomi, meningkatkan produktivitas nasional. Migrasi erat kaitanya dengan pemerataan, dimana perpindahan penduduk pada masa politik etis (migrasi) juga dilakukan pada masa Orba yang lebih dikenal dengan transmigrasi. Penggunaan istilah ini menciptakan penekanan pada sifat kepidahannya. Istilah Migrasi yang digunakan ini agar penduduk yang pindah terkesan dari daerah yang berbeda sehingga ada jurang pemisah antara penduduk lokal dan pendatang. Kembali secara prinsipil, istilah memiliki arti yang sama.

Stabilitas nasional juga ditunjukan pada tiga komponen politik eteis tersebut. Hal ini nampak dari proses terlahirnya politik eteis yang mendapatkan tekanan politik untuk membayar hutang “kehormatan” kepada rakyat di Hindia Belanda. Jika politik eteis tidak dijalankan, tentu saja stabilitas nasional di Belanda akan terganggu. Pelaksanaan ini juga mendorong terjadinya stabilitas nasional disana, walaupun dalam praktiknya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, terjadi berbagai penyimpangan. Hal senada juga terjadi dalam Triologi pembangunan, dimana kolusi, nepotiseme, dan korupsi menjadi wabah yang sangat mendominasi pemerintahan Orba hingga lahirnya era Reformasi.

Triologi Van Deventer dan Pembangunan Orba memiliki beberapa persamaan secara konsep dan tujuan pelaksanaan. Walaupun cukup berbeda dalam pengaplikasiannya semata. Triologi pembangunan berdasar  pada mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata secara material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka,bersatu berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib,dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka ,bersahabat, tertib,dan damai.

Sumber Bacaaan:

Dinas Komunikasi, Informatika, Kehumasan, Pemprop DKI Jakarta, “Politik Eteis” terarsipkan di: http://prov.jakarta.go.id/jakv1/encyclopedia/detail/2406 diakses pada: 4:33 WITA 22/03/2011.

Fini, “Tujuan Pembangunan Ekonomi Indonesia”, terarsipkan di: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2031409-tujuan-pembangunan-ekonomi-indonesia/ diakses pada 4:24 WITA 22/03/2011.

Smart Clik, dipostkan pada 16 Maret 2011, “Kebijakan Pemerintah Hindia Belanda: Politik Etis”, Terarsipkan pada: http://www.geoklik.com/ind/kebijakan-pemerintah-hindia-belanda-politik-etis.html diakses pada 4:27 WITA 22/03/2011.

STM Jeh, “politik etis” terarsipkan di: http://www.scribd.com/doc/23913634/Politik-Etis diakses pada: 4:32 WITA 22/03/2011.

Wikipedia, terarsipkan: http://id.wikipedia.org/wiki/Trilogi_Pembangunan diakses pada: 4:29 WITA 22/03/2011.

Wikipedia, terarsipkan: http://id.wikipedia.org/wiki/Politik_Etis diakses pada: 4:30 WITA 22/03/2011.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s