Pelayaran Darat di Sungai Martapura di Tinjau dari sisi Ekonomi

A. Jasa
Phillip Kotler mendefinisikan Jasa sebagai “setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip intangibel dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk fisik.”
Sektor ini merupakan sektor utama yang harus dikembangkan karena sifatnya yang intangible sehingga bisa di eksploitasi terus menurus tanpa mengurangi nilainya. Beberapa sektor jasa yang berkembang di sepanjang Sungai Martapura (mulai muara Kuin dan Barito sampai dengan Teluk Selong).
1. Sektor Pariwisata merupakan bagian dari pengembangan sumber daya ekonomi yang potensial. Sepanjang sungai Martapura menyimpan potensi ini untuk dikembangkan lebih lanjut. Beberapa sektor yang menjadi khas, hanya di pinggiran dan di sungai Martapura (mulai sungai Kuin) adalah

a. Masjid Sultan Suriansyah
Masjid Sultan Suriansyah merupakan salan salah satu masjid kuno yang ada di kota Banjarmasin. Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah (1526-1550), raja Banjar yang pertama masuk Islam. Masjid ini terletak di Kuin Utara, Banjarmasin Utara, kota Banjarmasin. Daerah ini lebih dikenal dengan sebutan Banjar Lama. (Saat Praktek Kuliah Lapangan, start dan finishnya disini.)

b. Makam Sultan Suriansyah
Sultan Suriansyah merupakan Raja Banjar pertama yang memeluk Islam. Masuknya Islam Sultan Suriansyah atau Susuhan Batu Habang ini menandai dimulai Islamisasi di Kerajaan Banjar. Sultan Suriansyah membangun sebuah masjid tertua di Kalimantan.
Kompleks makam Sultan Suriansyah terletak di Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. Terletak berdampingan dengan Majid Sultan Suriansyah. Berdasarkan batu nisan, dipastikan beliau wafat pada 1550. Pemugaran makam dilakukan tahun 1985/1986 dengan melakukan penahanan terhadap makam Sultan Suriansyah dan Ratu. Setelah sebelumnya dilakukan studi kelayakan dibawah pimpinan Drs. Machi Suhadi.

c. Pemukiman Pinggir Sungai (waterfront village)
Kehidupan tepi atau pinggiran sungai selalu mendatangkan hal menarik dalam dunia pariwisata. Hilir mudik perahu menjadikan kesan tradisionalnya mengakar kuat dengan kehidupan orang Banjar. Pemukiman ini bisa kita nikmati di sepanjang sungai Martapura, sebab rumah penduduk pasti mempertahankan model rumah panggung, dan modal transportasi utamanya adalah perahu atau jukung.
Pemukiman pinggir sungai tidak selalu rumah panggung yang berbaris, ada juga rumah lanting. Dari posisi rumahnya kita bisa tahu, orientasi ekonomi masyarakat yang mendiami pemukiman pinggir sungai. Bila muka rumah menghadap ke darat, maka orientasi ekonominya cendurung berorientasi darat. Hal sebaliknya juga terjadi, bila orientasinya menuju sungai maka masyarakat tersebut mengandalkan sungai sebagai sumber kehidupannya.
Rumah lanting yang menjadi khas dari kebudayaan sungai ini, menjadi ikon tersendiri bagi kota yang dikenal dengan Vanesia timur.

d. Pasar Terapung Kuin
Pasar terapung Kuin merupakan pasar terapung yang terletak dimuara Sungai Kuin dan Sungai Barito (Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin). Pasar Terapung ini menyimpan eksotisme tersendiri, mengingat keunikan dan kekhasan dari pasar terapung ini.
Pasar Terapung masih mempertahankan ke khasan, perdagangan barter yang dilakukan transaksi barter yang lebih dikenal dengan Bapanduk. Barang yang diperdagangkan adalah sayur mayur, dan hasil perkebuanan lainnya.

e. Pasar Terapung Lok Baintan
Pasar terapung Lok Baintan merupakan pasar terapung yang berada di Kab. Banjar ini mulai dikenal pada tahun 1990-an. Merupakan potensi wisata yang sedang dikembangkan oleh pemerintah Kab. Banjar. Objek wisata ini terletak sekitar 20 KM dari bundaran Sambang Lihum.
Pasar Terapung ini beroperasi lebih siang dari Pasar Terapung Kuin, sebab para pedagang yang berjualan di pasar Terapung Kuin mengikuti arus air hingga ke Lok Baintan. Jadi, setelah dari Pasar Terapung Kuin pedagang melanjutkan perdagangannya ke Lok Baintan.
Pasar Terapung Lok Baintan lebih tradisional, sebab berbeda dengan pasar Terapung Kuin yang didesign untuk kegiatan touris.

f. Siring Sungai Martapura
Sungai Martapura merupakan sungai yang membelah kota Banjarmasin. Pada awalnya Sungai Martapura lebih dikenal dengan Sungai Kayutangi. Sungai Martapura merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat kota Banjarmasin, Sungai Martapura menjadi tempat merek melakukan kegiatan MCK, ataupun mencari ikan.
Siring Martapura dibangun sekitar tahun 2004. Terleteak di muka Masjid Raya Sabilalmuhtadin. Taman Siring ini menjadi salah satu pilihan untuk bersantai bersama keluarga, teman, dan siapa saja.
Belakangan ini taman Siring menjadi populer mengingat tempat ini selalu menjadi pusat kegiatan. Saat bulan puasa tempat ini sering dijadikan pasar Ramadhan, di hari Minggu tempat selalu ramai dikunjungi oleh warga kota untuk lari pagi.

B. Industri
Industri pengolahan mengalami perkembangan, terbukanya Pelabuhan Trisakti menjadikan masuk dan keluarnya barang dapat dilakukan dengan mudah. Modernisasi pelabuhan menjadikan Trisaksi mampu bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan lainnya.
1. Pelabuhan Trisakti
Pelabuahn Trisakti merupakan pelabuhan laut terbesar di Kalimantan Selatan. Pelabuhan ini dibangun pada tahun 1961 dan baru diresmikan penggunaanya pada 10 September 1965. Terletak sekitar 3,5 KM dari pusat kota Banjarmasin. Pelabuhan Trisakti memiliki dermaga beton sepanjang 200 meter, dengan portal crane yang mampu mengangkat beban hingga 30 Ton. Plabuhan Trisakti berada dibawah penanganan dari Pelino III. Kendala utama dari pelabuhan ini adalah alur sungai Barito yang kerap terjadi pengendapan lumpur sehingga banyak kapal yang kandas. Terkadang air pasang menjadi salah satu andalan untuk merapat ke terminal kedatangan di Pelabuhan Trisakti.
Pendalaman terhadap alur Barito menjadikan aktivitas di Palabuahn penumpang dan peti kemas dapat berlangsung selama 24 jam. Pelabuah Trisakti terbagi atas 3 terminal: terminal general cargo, terminal penumpang, dan terminal peti kemas.
Sekarang ini pelabuhan Trisakti mengalami revitalisasi yang diperkirakan tahun 2014 akan selesai. Diharapkan dengan adanya revitalisasi ini, perkembangan ekonomi Kalimantan Selatan akan mengalami peningkatan mengingat semakin meningkarnya arus petikemas yang masuk dan keluar dari Kalimantan Selatan.
Pelabuhan Trisakti ini dapat dikatakan sebagai gerbang untuk masuk ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Sebab terminal bongkar muat petikemas untuk tiga daerah ini hanya ada di Banjarmasin.

C. Perdagangan
Terlepas dari pasar terapung yang menjadi aktivitas perdagangan, sungai Martapura masih menyimpan geliat aktvitas itu di sepanjang alirannya. Walau tak seramai dulu, namun geliat itu masih nampak dalam keseharianan yang terjadi di Sungai Martapura ini.
Hal ini menunjukkan bahwa perdagangan dan pelayaran merupakan dua hal yang tak bisa dipisahkan dalam sebuah kegiatan perekonomian. Bagiamanpun, kendala tranportasi dalam melakuka produksi dan distribusi turut mempengaruhi tingkat konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat.

D. Sektor Ekonomi lainnya
Sektor ekonomi lainnya merupakan kegiatan ekonomi yang saya temukan di sepanjang sungai Martapura. Namun, saya kesulitan memasukkan ke bagian mana, jadi saya masukkan ke bagian ini.
Keramba, pemeliharaan ikan dengan menggunakan keramba masih ditemukan di sungai Martapura lebih tepatnya didekat jembatan Banua Anyar.
Memancing, aktivitas mencari ikan ini juga masih familiar dikalangan masyarakat Banjar. Dengan menggunakan sebuah perahu kecil, seseorang memancing ditengah sungai.
Wisata ziarah, disepanjang sungai Martapura hingga Teluk Selong terdapat beberapa objek wisata ziarah yang biasa di kunjungi oleh masyarakat. Penulis tidak sempat mendokumentasikannya.
Penjualan kayu galam, disepanjang sungai Martapura menuju Teluk Selong cukup ramai. Sebagai tanaman rawa, galam memiliki nilai fungsi yang bagus dalam membantu dalan pembuatan bangunan.
Pembuatan Batu Bata, disepanjang sungai ini. Pembuatan bata cukup ramai sebagai salah satu potensi daerah yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Siring di muka Sabilal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s