Teori Mahan, Angkatan Laut, dan Kolonialisasi

Hingga awal abad ke 19, pengkajian Sejarah Maritim belumlah mendapatkan perhatian dari para Sejarawan. Hal ini di tunjukan dengan adanya karya Mahan “The Infuluence of Sea Power upon History 1660-1753” yang terbit pada 1890. di buku ini dia menjelaskan bagaimana laut memberikan sumbangsih bagi perubahan dunia.

Ingat saja bagaimana laut tengah yang di embargo oleh Turki yang menyebabkan negara-negara Eropa Barat melakukan pelayaran ke Timur Jauh dengan mengambil rute pantai barat Afrika hingga sampai di Tanjung Harapan, lalu berlayar ke Timur dengan menembus Samudra Hindia, dan sampai di Banten pada 1506 (pelayaran Belanda).

Pelayaran ke Timur Jauh ini mengawali era kolonial dan imperialisme, walaupun tujuan awalnya hanya untuk berdagang saja. Ini menunjukkan bahwa laut memberikan pengaruh yang besar bagi perkembengan sebuah wilayah. Mahan menunjukkan ada 6 unsur yang menentukan bagi perkembangan kekuatan laut, yaitu: kedudukan geografis, bentuk tanah dan pantainya, luas wilayah, jumlah penduduk, karakter penduduk, dan sifat pemerintah serta lembaga-lembaga nasional.

Uraian Mahan ini lebih menunjukkan untuk pengembangan kekuatan laut Amerika, karena keenam hal itu ada pada Amerika. Namun pemikiran Mahan ini tidak mendapatkan tempat, sebab Pemerintah Amerika lebih mengembangkan pelayar untuk membuka akses perdagangan ke pedalaman.

Presiden Theodore Roosevelt (1901-1909) dan Henry Cabot Lodge (senat). Amerika mulai menganut politik ekspansi ke seberang lautan dengan menggunakan teori Mahan mereka menarik dukungan rakyat. Sejak tu Amerika lahir sebagai salah satu kekuatan dunia yang berpengaruh di dunia. Tak salah bila B. Downs (books that changed the world) memasukan buku karangan Mahan tadi menjadi buku yang merubah wajah dunia.

Nampaknya hal yang sama terjadi pada Belanda dengan berdirinya VOC yang tak lepas dari pengaruh teori Mahan. VOC tak hanya jadi persekutuan dagang tapi juga sebagai armada perang maritim yang besar. Ketika menghadapi perang pasifik, Van Leur menyadari bahwa pertahanan kepulauan Hindia Belanda membutuhkan angkatan laut yang kuat. Teori Mahan mengkaitkan dengan pembentukan daerah jajahan sebagai hal mutlak untuk perkembangan kekuatan laut, tidaklah sesuai dengan post-kolonial sekarang. Sebab proses dekolonialisasi setelah PD II melahirkan permasalahan bagi negara yang menjajah dan di jajah. Tak bisa di pungkiri, bahwa perkembangan maritim  baik dari segi kekuatan armada perang laut, perdagangan, memberikan sentuhan sejarah dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s