Rumah Tradisional Banjar di Kalimantan Selatan

Pembangunan rumah tradisional menunjukkan hubungan kerekatan tradisi, bukan sekedar tempet berlindung dari panas, dingin, dan gangguan lainnya. Rumah tradisional menyimpan makna dalam lingkup yang nyaris tidak terbatas.

Rumah tradisional Banjar menunjukkan bahwa sebuah bangunan dengan arsitektur Banjar, artinya pembatasannya pada segi design semata. Sementara cakupan wilayah tidak hanya di Kalimantan Selatan saja.

Rumah tradisional Banjar menyimpan berbagai ragam filsafat hidup dan kehidupan orang Banjar, antara lain yang berkaitan dengan kepribadian, perilaku, historis, dan religius.

Tipe-tipe rumah adat Banjar:

1. Bubungan Tinggi

Merupakan rumah banjar yang menjadi istana Raja Banjar. Bentuk bubungan yang lancip ke atas, menyebabkan bangunan ini diberi nama Bangunan Tinggi. Ini juga menunjukkan kosmologi, bubungan tinggi menyimbolkan dunia atas dan bagian bawahnya menunjukkan dunia bawah, dimana raja yang memimpinnya.

2. Gajah Baliku

Bangunan yang didiami oleh saudara raja Banjar. Memiliki bubungan Tinggi, dan anjungan.

3. Gajah Manyusu

Kediaman bagi para keturunan gusti. Tidak memiliki bubungan yang tinggi, tetapi ada anjungannya.

4. Balai Laki

Tempat hunian para punggawa mantri dan prajurit pengawal raja Banjar. Memiliki atap pelana dengan ujung depan yang tajam serta anjungan yang agak kecil.

5. Balai Bini

Bangunan bagi para putri atau keluarga pihak wanita. Rumah ini memiliki atap dengan bagian depan tipe limas dan beranjung.

6. Palimasan

Merupakan kediaman para bendaharawan Kesultanan Banjar, karena dikenal sebagai tempat emas dan perak. Bentuk bubungan seperti limas menyebabkan bangunan ini namakan dengan Palimasan. Bangunan ini tidak memiliki anjungan.

7. Palimbangan

Bangunan yang dihuni oleh para pemuka agama dan ulama dan juga saudagar. Bangunannya sama besar dengan palimasan dan tidak memiliki anjungan.
8. Cacak Burung

Anjung Surung nama lainnya, meru[akan rumah bagi rakyat kerajaan Banjar pada umumnya. Cacak burung adalah istilah bahasa Banjar untuk menggambarkan tanda tambah.

9. Tadah Alas

Bangunan rakyat Banjar pada periode berikutnya. Rumah ini memiliki anjungan.

10.  Joglo

Bangunan yang dihuni oleh orang Tionghoa di Banjarmasin. Bangunan yang besar, berfungsi sebagai gudang barang dagangan, karena pada umumnya mereka adalah pedagang.

11.  Lanting

Rumah yang terapung di sungai Martapura, rumah tinggal orang Banjar di sepanjang batang Banyu.

Semua tipe rumah adat diatas memiliki persamaan yang menjadi ciri khas, yaitu:

1. Kontruksi bangunan terbuat dari kayu.

2. Rumah panggung

Bangunan yang didukung oleh sejumlah tiang dan tongkat yang tinggi dari kayu ulin. Tiang merupakan kayu ulin yang menumpu pada dasar tanah sampai tiangnya, sementara tongkat merupakan kayu yang tingginya sebatas lantai.

3. Bangunan bersifat simetris

Kontruksi dan elemen yang sama pada sayap kiri dan kanan, dengan jumlah jendela yang sama banyaknya pada sisi kiri dan kanan bangunan rumah.

4. Beberapa tipe memiliki Anjungan pada sisi dan kanannya.

Terletak ke belakang. Anjungan kanan dan Anjungan Kiwa dikenal dengan istilah pisang sasikat. Masing-masing anjungan memiliki sebuah jendela pada sisi dinding bagian depan.

5. Atap yang dipergunakan adalah sirap yang terbuat dari ulin.

Ada juga yang terbuat dari daun rumbia yang bahannya dari pohon sagu.

6. Hanya memiliki dua buah tangga

Tangga hadapan dan tangga belakang. Tangga dibuat dari kayu ulin, yang jumlah anak tangganya adalah ganjil seperti 4, 7, dan 9.

7. Memiliki dua pintu masuk dan keluar. Pintu (banjar, lawang) yang berjumlah 2 buah, dengan posisi kedua pintu itu seimbang di tengah (karena bangunannya simetris).

8. Adanya tawing halat (dinding pembatas)

Adanya dinding berguna untuk membatasi ruang kamar yang terletak secara seimbang. Dinding ini membatasi Panampik besar (Ambin Sayap) dan Palindangan (Ambin Dalam).

Kesimpulan

Rumah Banjar memiliki beragam jenis, dimana setiap jenis rumah Banjar memiliki kekhasannya tersendiri. Rumah Banjar turut menyimbolkan status sosial dalam masyarakat Banjar.

Rumah Banjar memiliki kekhasannya tersendiri, yang membedakannya dengan rumah tradisional dari suku lain.

Daftar Pustaka

M. Syamsiar Seman dan Irhamna, Arsitektur Tradisional Banjar Kalimantan Selatan, 2000, Banjarmasin, Lembaga Pengkajian dan Pelestarian Budaya Banjar Kalimantan Selatan.

Rumah Banjar, terarsipkan di: http://www.urangbanua.com diakses pada: 3/27/2011 1:51 PM.

Rumah Banjar, terarsipkan di: http://www.wikipedia.orgdiakses pada: 3/27/2011 1:57 PM

2 thoughts on “Rumah Tradisional Banjar di Kalimantan Selatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s