Peradaban: Dulu dan Sekarang

Hakikat Peradaban

Sejarah manusia adalah sejarah peradaban itu sendiri. Kemunculan, perkembangan, saling keterkaitan, pencapaian-pencapaian, kemunduran dan kejatuhan pelbagai peradaban telah tereksplorasikan melalui para sejarawan, sosiolog, dan antropolog, seperti Max Weber, Emile Durkheim, Oswald Spengler, Pitrim Sorokin, Arnold Toynbee, Alfred Weber, A.L Kroeber, Philip Bagby, Carroll Quigley, Rushton Coulborn, Christopher Dawson, S. N. Eisentadt, Fernand Braudel, William H. McNeil, Adda Bozeman, Immanuel Wallerstein, dan Felipe Fernandez-Armesto.

Terdapat satu kesepakatan dalam kaitan dengan proposisi-proposisi sentral hakikat, identitas, dan dinamika dari masing-masing peradaban.

Pertama, sebuah pembedaan dapat ditemukan di antara pelbagai peradaban, baik yang singular maupun plural.

Kedua, sebuah peradaban, kecuali Jerman, adalah sebuah entitas cultural.

Ketiga, setiap peradaban selalu bersifat komprehensif yang tidak satu pun dari konstituen kesatuannya dapat sepenuhnya terpahami tanpa mengacu pada cakupan (wilayah) peradaban.

Keempat, peradaban-peradaban bersifat fana namun juga hidup sangat lama; berkembang; beradaptasi dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia.

Kelima, karena peradaban-peradaban merupakan entitas-entitas cultural, bukan entitas-entitas politis, sehingga tidak berpegang pada tatanan, penegakan keadilan, kesejahteraan bersama, upaya-upaya perdamaian, mengadakan pelbagai negosiasi, atau menetapkan “kebijakan-kebijakan” yang biasa dilakukan oleh sebuah pemerintahan.

Peradaban-peradaban mayor kontemporer adalah sebagai berikut:

  1. Peradaban Tionghoa, keberadaan peradaban ini telah berkembang sejak 1500 SM.
  2. Peradaban Jepang, muncul kurang lebih antara tahun 100 dan 400 M.
  3. Peradaban Hindu, muncul di India sejak kurang lebih 1500 SM.
  4. Peradaban Islam, asalnya dari semenanjung Arabia dan pada abad VII M menyebar secara cepat hingga Afrika Utara dan semenanjung Iberia, kemudian memasuki Asia Tengah, Anak Benua, dan Asia Tenggara.
  5. Peradaban Ortodoks, peradaban ini terpusat di Rusia.
  6. Peradaban Barat, muncul sekitar 700 atau 800 M yang memiliki tiga komponen utama, di Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Latin.
  7. Peradaban Amerika Latin, peradaban ini memiliki pelbagai kebudayaan penting, yang tidak dapat ditemukan di Eropa, yang menyebar ke Amerika Tengah, dan berkembang dari Meksiko, Amerika Tengah, Peru, dan Bolivia di satu pihak, hingga Argentina dan Cili di lain pihak.
  8. Peradaban (mungkin) Afrika, sebagian besar sarjana peradaban, kecuali Braudel, tidak mengakui peradaban Afrika sebagai peradaban tersendiri.
  9. Hubungan antarperadaban

 

1. Pertemuan antarperadaban sebelum 1500 M.

  1. Hubungan antarperadaban berkembang melalui dua fase (dan kini yang ketiga). Selama lebih dari seribu tahun setelah pertama kali munculnya peradaban-peradaban, hubungan peradaban dengan beberapa pengecualian, tidak jelas, terbatas dan intens. Berbagai peradaban terpisahkan ruang dan waktu. Menurut Benjamin Schwartz dan Shamuel Eisenstadt, antara peradaban-peradaban abad pertengahan (Axial Age) dan sebelum abad pertengahan melalui term-term, yang mereka akui atau tidak, merupakan sebuah pembedaan antara tatanan-tatanan yang transendental dan tatanan-tatanan duniawi. Peradaban-peradaban abad pertengahan, tidak seperti peradaban-peradaban sebelumnya yang dibedakan melalui sebuah kelas intelektual.
  2. Peradaban juga dipisahkan oleh wilayah geografis. Hingga 1500 M, seperti peradaban-peradaban Andea dan Meso-Amerika tidak pernah berhubungan dengan peradaban-peradaban lain. Tetapi, di bagian timur Mediteranean, barat daya asia dan India bagian utara terjadi saling hubungan antara masing-masing peradaban, sekalipun demikian, terdapat retriksi hubungan komunikasi dan perdagangan karena terpisahkan oleh jarak berbagai peradaban dan terbatasnya sarana trasnportasi yang tersedia.
  3. Dengan adanya beberapa hal tersebut maka berbagai ide dan teknologi bergerak bermunculan meskipun sering memakan waktu berabad-abad dari satu peradaban ke peradaban lain yang membawa kearah kemajuan.
  4. Hubungan-hubungan antarperadaban yang paling signifikan dan dramatis terjadi ketika orang-orang dari satu peradaban menundukkan dan mengeliminasi atau menyingkirkan orang-orang dari peradaban lain. Hubungan tersebut pada umumnya bersifat sesaat, secara tersamar dan kasar. Pada permulaan abad VII M, terjadi hubungan intersivilisasional yang berkembang antara Islam dengan Barat dan Islam dengan India. Sebagian besar hubungan-hubungan kultural, militer dan perdagangan, bagaimanapun juga melibatkan hubungan antarperadaban. Cina dan india pernah diinvasi dan dikuasai oleh bangsa lain seperti Moghul.

2. Pengaruh kebangkitan Barat

  1. Pada abad VIII dan IX M, dunia Kristen eropa muncul sebagai sebuah peradaban tersendiri. Tetapi pada tahun 1500 M, kebangkitan kebudayaan Eropa bergerak secara diam-diam dan menggerakkan pluralisme sosial, memperluas perdagangan dan menyajikan kemajuan teknologi yang kemudian menjadi landasan bagi sebuah era baru dalam politik global. Pertemuan-pertemuan antarperadaban multidireksional yang terbatas atau tersamar memberikan jalan bagi Barat untuk tetap eksis, penuh kekuatan dan secara tidak langsung berpengaruh pada peradaban-peradaban lain. Pada akhir abad XV M merupakan akhir pendudukan semenanjung Iberia oleh bangsa Moor dan awal pendudukan Portugis atas Asia dan Spanyol atas Amerika. seluruh wilayah di dunia dikuasai oleh bangsa barat yang menimbulkan peradaban-peradaban Barat di setiap wilayahnya, kecuali peradaban-peradaban Rusia, Jepang, dan Ethiopia yang di bawah kekuasaan yang benar-benar terpusat dapat mempertahankan diri dari pengaruh Barat dan memiliki kemerdekaan yang penuh arti. Selama 400 tahun, hubungan intersivilisasional terdiri dari subordinasi masyarakat-masyarakat lain terhadap peradaban barat.
  2. Sebab-sebab dari perkembangan yang khas dan dramatis ini, yaitu adanya struktur sosial dan hubungan antarkelas di Barat, berkembangnya kota-kota dan perdagangan, dispersi relatif kekuasaan dalam kehidupan masyarakat Barat, adanya otoritas-otoritas monarki, sekuler dan keagamaan, munculnya kesadaran nasional di kalangan orang-orang Barat, dan berkembangnya birokrasi-birokrasi negara. Sumber perantara bagi ekspansi Barat bagaimanapun juga adalah teknologi: penemuan-penemuan sarana transportasi laut mempermudah orang dalam melintasi jarak yang jauh sekalipun dan dalam mengembangkan kekuatan-kekuatan militer. Barat mampu menaklukkan dunia bukan karena keunggulannya dari segi ide-ide, nilai-nilai atau pun agama, tetapi lebih disebabkan oleh pengerahan kekerasan yang terorganisasi.
  3. Pada tahun 1910, dunia mengalami kemajuan pesat dibanding tahun-tahun sebelum dan sesudahnya, baik dalam bidang politik maupun ekonomi. Perdagangan internasional mencapai perkembangan yang lebih tiinggi dibandingkan sebelumnya dan tidak pernah diraih, kembali hingga tahun 1970 dan 1980. Investasi internasional sebagai sebuah prosentasi total dari investasi mencapai tingkatan yang lebih tinggi dibanding masa-masa sebelum dan sesudahnya. Peradaban berarti peradaban Barat. Hukum internasional adalah hukum internasional Barat yang berasal dari tradisi Grotius. Sistem internasional adalah sistem Westphalia kedaulatan Barat, dan negara-negara bangsa ”yang berperadaban” dan wilayah-wilayah kolonial berada di bawahh pengaruh kekuasaan mereka.
  4. Munculnya sistem internasional-Barat merupakan perkembangan utama kedua dalam politik global pada masa-masa setelah 1500. Sebagai tambahan terhadap saling keterkaitan dalam sebuah corak dominasi-subordinasi dengan masyarakat-masyarakat non-Barat, masyarakat-masyarakat Barat juga bertumpu pada sebuah landasan yang lebih sepadan dengan adanya saling hubungan antara satu dengan yang lain.
  5. Selama 150 tahun, politik intersivilisasional Barat didominasi oleh adanya jurang pemisah keagamaan yang menganga lebar, perang antaragama dan perang antardinasti. Satu setengah abad kemudian dengan adanya Perjanjian Westphalia, kalangan para pangeran, para penguasa Barat terlibat dalam berbagai konflik seperti monarki-monarki absolut, monarki-monarki konstitusional berusaha memperluas birokrasi-birokrasi mereka, memperbesar angkatan perang, memperkuat perekonomian, dan yang terpenting memperluas kekuasaan.

Interaksi-Interaksi: sebuah system multivilisasional. Interaksi-interaksi multiredaksional memiliki karakteristik yang mencirikan hubungan-hubungan antarperadaban dari masa-masa sebelumnya perlahan hilang.

Pertama, dalam pernyataan-pernyataan yang terkenal dari para sejarawan, “ekspansi barat” berakhir, dan “perlawanan menentang Barat” di mulai.

Kedua, sebagai hasil dari perkembangan-perkembangan tersebut, system internasional melampaui Barat dan bersifat multisivilisasional. Setiap peradaban melihat dirinya sebagai pusat dunia dan menyatakan sebagai pusat kehidupan sejarah manusia. Misalnya: para sarjana, yang tumbuh dan hidup pada akhir abad XII serta telah menyebar secara luas, menyebutkan bahwa peradaban Eropa (Barat) merupakan peradaban universal.

Penutup

Kesimpulan

Benturan antar peradaban tidak bisa dihindari, dengan semakin intens interakraksi yang dilakukan oleh masing-masing anggota peradaban.

Dominasi sebuah peradaban menyebabkan peradaban lainnya tersisih. Walaupun demikian tidak semua peradaban bisa menggusur peradaban lainnya, beberapa peradaban ada yang mampu bertahan dan memiliki perkembangan tersendiri (Rusia, Ethiopia, dan Jepang.) Peradaban dunia di pengaruhi oleh peradaban barat.

Peradaban-peradaban yang berkembang dewasa ini turut dipengaruhi peradaban yang telah ada eksis dan saling mempengaruhi dalam perkembangannya. Sehingga melahirkan akulturasi peradaban.

2 thoughts on “Peradaban: Dulu dan Sekarang

    • rismiyadi berkata:

      Terimakasih atas komentarnya, Peradaban: Dulu dan Sekarang merupakan review dari tugas Perspective Global, sebagai mahasiswa Pend. Sejarah saya mengutamakan kronologis sebagai salah satu ciri penulisan Sejarah (agar tidak anakronik). Untuk melakukan analissis, dibutuhkan pemahaman yang lebih baik tentang pola pikir seorang Hutington, Terimakasih atas masukannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s