Perjuangan Pergerakan Kemerdekaan Vietnam dari Perancis

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Di Asia Tenggara kita mengenal sebuah kawasan dengan sebutan Indo-China. Kawasan ini terdiri atas 3 Negara yaitu Laos, Kamboja, dan Vietnam. Ketiganya memiliki sejarah yang khas dalam perkembangannya yang turut mempengaruhi daerah sekitarnya. Seperti yang kita ketahui, Saigon terletak di Dalat (Vietnam) disini Jepang memusatkan pemerintahan untuk wilayah Asia Tenggara.

Diantara ketiga negara tersebut, kami mendapatkan Vietnam sebagai tugas yang harus diselesaikan sebagai THR (Tugas Hari Raya) di kampung, dengan thema yang kami tentukan sendiri.

Sebagai sebuah negara yang berada didalam kawasan Indocina, yang dijajah oleh Perancis. Namun setelah merdeka negara tersebut terpecah menjadi tiga negara, ini merupakan hal yang menarik. Bila dibandingkan dengan Indonesia, Indonesia adalah negara kepulauan yang terpisahkan oleh lautan. Ada sesuatu yang berbeda disini Indocina yang memiliki kebudayaan dan daratan yang sama terpecah menjadi tiga negara, sementara Indonesia yang memiliki kebuayaan yang berbeda disetiap daerahnya, bisa bersatu menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Vietnam merupakan sebuah negara dengan perjalanan sejarah yang panjang, pertarungan dua ideologi di utara dan selatannya negeri tersebut. Mengingatkan kita bahwa negara itu adalah salah atukrban dari perang dingin yang bekembang setaelah perang dunia kedua.

Dengan mengkaji Vietnam, kita bisa menarik hikmah yang terkandung. Bagaimana sebuah negara kecil yang juga memanfaatkan kekosongan kekuasaan yang ditinggalkan oleh Jepang yang menyerah kepada sekutu. Semoga hikmah ini bisa menjadi inspirasi bagi yang membacanya, dan mengaplkasikannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Membuat kita bisa memahami, bahwa perjuangannya tak berakhir dengan air mata dan darah saja. Perjuangan harus terus berlanjut hingga sejarah berhenti mencatat ini semua.

Perjuangan pergerakan kemerdekaaan Vietnam dari Perancis. Merupakan sebuah makalah yang disusun untuk menyelesikan tugas, lebih dari itu semoga ini bermanfaat bagi kita semua. Dari makalah ini kami bisa mempelajari banyak hal tentang perjalanan sejarah sebuah negara yang kemarin terpecah kini kembali menyatu.

TELAAH PUSTAKA

  1. Asia Tenggara

Sebutan wilayah Asia Tenggara (Southeast Asian) pada awalnya merupakan sebutan untuk wilayah di Asia Tenggara yang merupakan wilayah jajajahan bangsa Eropa yang diambil oleh Jepang ketika perang dunia II.

Sejalan dengan perkembangan dan kekalahan Jepang pada perang dunia II. Perlahan negara yang dijajah Jepang tersebut memproklamirkan kemerdekaannya ketika terjadi kekosongan kekuasaan (vacum of power).

Selanjutnya berkat kesamaan posisi geografis dan latar belakang kesejarahan. Negara-negara tersebut membentuk perhimpunan negara-negara asia tenggara yang dikenal dengan ASEAN.[1]

Asia Tenggara dikenal juga dengan Hindia Belakang (arena posisinya dari Anak Benua India). Nan Yang (negeri dibawah angin) dikenal oleh orang Cina.

Negara-negara di Asia Tenggara terbagi atas negara darat (Indo-China) dan negara Maritim (Kepulauan dan Semenanjung). Negara Asia Tenggara Darat (ATD) meliputi : Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam. Sementara Negara Asia Tenggara Maritim (ATM) meliputi: Brunei,  Filipina, Indonesia,  Malaysia, Singapura, dan Timor Leste.[2]

  1. Vietnam

Vietnam (Bahasa Vietnam: Việt Nam), bernama resmi Republik Sosialis Vietnam (Cộng Hòa Xã Hội Chủ Nghĩa Việt Nam) adalah negara paling timur di Semenanjung Indochina di Asia Tenggara. Vietnam berbatasan dengan Republik Rakyat Cina di sebelah utara, Laos di sebelah barat laut, Kamboja di sebelah barat daya dan di sebelah timur terbentang Laut China Selatan. Dengan populasi sekitar 84 juta jiwa, Vietnam adalah negara terpadat nomor 13 di dunia. Vietnam termasuk di dalam grup ekonomi “Next Eleven”; menurut pemerintah, GDP Vietnam tumbuh sebesar 8.17% pada tahun 2006, negara dengan pertumbuhan tercepat kedua di Asia Timur dan pertama di Asia Tenggara. Pada akhir tahun 2007, menteri keuangan menyatakan pertumbuhan GDP Vietnam diperkirakan mencapai rekor tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir sebesar 8.44%.

  1. Sejarah Kuno Vietnam

Bangsa Annam yang berasal dari Tiongkok Selatan ini mendirikan sebuah kerajaa, yaitu Annam yang meliputi seluruh daerah pantai timur Indo-China. Kerajaan Annam dipimpin oleh rasa yaitu Dinh Bo Linh. Kerajaan Annam berkali-kali diserbu Tiongkok. Pada tahun 1673 kerajaan Annam pecah menjadi : Kerajaan Annam-Utara (Hanoi) di bawah dinasti Le Loi dan Kerajaan Annam Selatan (ibukota Hie) dibawah Dinasti Nguyen Hoang.

 

  1. Kerajaan Vietnam

Kerajaan Annam-Utara dan selatan runtuh. Putera mahkota dari kerajaan Annam Selatan melarikan diri ke Siam dan akhirnya dididik oleh orang perancis. Latar belakang orang perancis tersebut adalah ingin mempererat putera mahkota agar dapat masuk ke Indo-China. Putera mahkota dan bangsa Perancis dapat masuk ke Indo-China dan mendirikan kerajaan Vietnam dengan kaisar Gia Lang. Dengan diangkatnya putera mahkota sebagai kasiar. Agama Rooms-Katolik berkembang pesat karena sang Raja mendapat pengaruh dari raja.

  1. Etnis Vietnam

Vietnam (bahasa Vietnam: người Việt atau người Kinh) adalah sebuah kelompok etnis yang berasal dari apa yang kini merupakan Vietnam timur laut dan bagian selatan Republik Rakyat Cina. Mereka adalah kelompok etnis mayoritas di Vietnam, yaitu 86% dari seluruh penduduk menurut sensus 1999, dan yang secara resmi dikenal sebagai orang Kinh untuk membedakan mereka dari kelompok-kelompok etnis di Vietnam yang lainnya.

Di Republik Rakyat Cina, mereka termasuk kelompok minoritas yang diakui yang khususnya berbasis di Provinsi Guangxi dan yang dikenal dalam bahasa Mandarin melalui nama turunan mereka Jing/Gin (京) atau “Jingzu”/”Ginzu” (京族).

Meskipun secara geografis dan linguistik mereka yang disebut sebagai orang Asia Tenggara, dominasi dan pengaruh yang lama dari orang-orang Tionghoa telah membuat mereka secara budaya lebih dekat dengan orang-orang Asia Timur, atau secara lebih spesifik tetangga-tetangga mereka yang terdekat di sebelah utara, yaitu suku-suku bangsa di Tiongkok Selatan dan suku-suku lainnya yang berada di sekitar Tiongkok Selatan.

 

  1. Perang Vietnam

Perang Vietnam, juga disebut Perang Indochina Kedua, adalah sebuah perang yang terjadi antara 1957 dan 1975 di Vietnam. Perang ini merupakan bagian dari Perang Dingin.

Dua kubu yang saling berperang adalah Republik Vietnam (Vietnam Selatan) dan Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara). Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Australia, Selandia Baru dan Filipina bersekutu dengan Vietnam Selatan, sedangkan USSR dan Tiongkok mendukung Vietnam Utara yang merupakan negara komunis.

Jumlah korban yang meninggal diperkirakan adalah 280.000 di pihak Selatan dan 1.000.000 di pihak Utara.

Perang ini mengakibatkan eksodus besar-besaran warga Vietnam ke negara lain, terutamanya Amerika Serikat, Australia dan negara-negara Barat lainnya, sehingga di negara-negara tersebut bisa ditemukan komunitas Vietnam yang cukup besar.

Setalah berakhirnya perang ini, kedua Vietnam tersebut pun bersatu pada tahun 1976. Salah satu korban paling terkenal dari Perang Vietnam adalah Kim Phuc

 

PEMBAHASAN

 

1)      Jatuhnya Indo-China ke Perancis

Tu Due (1847-1883) yang berkuasa di Vietnam menindas kaum Katholik dan mencoba untuk menutup Indo-Cina dari Perancis dan bangsa asing lainnya. Kenapa Tu Due melakukan hal ini ? perang candu yang terjadi di Cina (Cina vs Inggris) menunjukkan ketidakmampuan Cina menghadapi bangsa asing yang mengobrakabrik negeri tersebut. Tue Due berusaha agar hal ini tidak terjadi di Indo-Cina.

Perancis menanggapi sikap Tue Due ini dengan melakukan serangan ke Cochin-China (1958), dengan alasana untuk melindungi warga negaranya. Walau pasukan Vietnam berhasil dikalahkan namun, kota Hue (ibu kota Vietnam) gagal untuk dikuasaai. Guna mengakhiri perang yang berlangsung selama 4 tahun tersebut maka pada 1862 terjadilah perjanjian Saigon. Hal-hal yang disetujui dalam perjanjian tersebut, yaitu:

(1)   Bagian timur Cochin-China menjadi milik Perancis.

(2)   Pelabuhan Tourame, Balat, Kuang An di buka untuk Perancis.

(3)   Kebebasan beragama katholik.

Isi perjanjian tersebut jelas merugikan Vietnam, dan menguntungkan Perancis untuk melakukan penetrasi kolonial dan imperialisme di kawasan Indo-China.

Padan 1870-1871 Perancis kehilangan kekuatannya akibat Revolusi Perancis (dimana pemerintahan monarki diganti dengan Republik). Raja Tu Due tidak menyadari hal ini, sehingga tidak memanfaatkannya kondisi Perancis yang melemah dalam menyelenggarakan imperialismenya di Indo-China. Pada tahun 1872-1873 Francis Garnier seorang Avonturier Perancis menyerbu Tonkin dan menduduki Hanoi. Tindakan Garnier ini dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah Perancis, tapi dibalik itu pemerintah Perancis berharap tindakannya Garnier ini berhasil. Sayangnya, Garnier berhasil dikalahkan oleh pasukan Vietnam dan tewas. Pemerintah Perancis lalu melakukan penjelasana mengenai pendudukan di Hanoi ini. untuk menyelesaikan konflik tersebu, maka ditanda tangani perjanjian damai yaitu:

(1)   Hanoi dikembalikan oleh Perancis ke Vietnam.

(2)   Vietnam mengakui chocin-china sebagai milik Perancis.

(3)   Vietnam berjanji akan menyesuaikan politik luar negeri dengan Perancis.

Terlambat bagi Vietnam menyadari kelemahan Perancis kala itu, Imperialisme Perancis kembali kuat. Melihat kenyataan ini raja Tu Due memalingkan negerinya ke Tiongkok. Usaha ini dilakukan untuk mengimbangi Perancis yang mulai bangkit di Eropa. Celakanya, usaha raja Tu Due dianggap melanggar perjanjian Saigon pada butir ketiga. Akibatnya, Vietnam dan Perancis terlibat perang (ini disebut dengan perang Indo-cina pertama). Perang ini berakhir dengan kekalahan Vietnam. Selanjutnya Vietnam menandatangani perjanjian Huė 1883 yang berisi bahwa Vietnam mengakui berada dibawah naungan Perancis. Sejak saat itu Vetnam dujajah Perancis dan imbasnya adalah kehilangan kemerdekaannya.

Pada tahun 1883 raja Tu Due wafat, terjadi perebutan kekuasaan antar putra  mahkota, baru tahun 1887 Vietnam diambil alih oleh Peracis sebagai miliknya. Tahun 1893 Kamboja direbut Perancis, maka sempurnalah Indocina berada dibawah kekuasaan Perancis sudah.

2)      Indo-China dibawah Perancis

a)      Politik

Dalam usaha melanggengkan kekuasaan Perancis di Indo-Cina, digunakan sistem politik Asimilasi (bercampurnya kelompok atau individu yg berlainan  kebudayaannya menjadi satu kelompok kebudayaan) dalam hal in kebudayaan perancis diperlakukan lebih utama dari kebudayaan asli Indo-cina. Orang-orang Indocina, harus bersikap, berbahasa, dan hidup ala orang Perancis. Hal ini diharapkan agar bangsa Indocina tergantung terhadap Perancs, dan Perancis menganggap telah memiliki Indocina selama-lamanya.

Namun usaha secara politik ini gagal, karena perancis tidak yakin akan keberhasilnya dalam menerapkan politik Asimilasi ini

b)     Ekonomi

Eksplotasi segala kekayaan alam untuk kepentingan Perancis tanpa mengindahkan kepentingan penduduk lokal Indo-cina. Eksplotasi yang dilakukan secara besar-besaran menyebabkan kelemahan ekonomi, ditunjukkan dengan gagalnya produksi beras, dan berakhir dengan keruntuhan ekonomi Indocina.

3)      Nasionalisme Indo-China

Nasionalisme di Indo-China gagal. Itu disebabkan kurangnya koordinasi dan konsoldasi. Barulah pada masa Ho Chi Minh yang dapat melaksanakan ini, hal ini terdorong dengan munculnya kembali nasionalisme di Indo-cina adalah

i)        Penindasan Perancis di Indo-China

ii)      Timbulnya kaum pelajar yang memahami Demokrasi.

iii)    Perang Jepang-Rusia yang membangkitkan nasionalisme seluruh Asia.

iv)    Revolusi nasional di Tiongkok.

v)      Para tentara Indo-China yang dikirim Perancis dalam PD II kembali dan membawa paham Liberalis.

4)      Gerakan Nasionalisme

a)      Vietnam Resoration League

Didirikan Cuong De (1907), gerakan ini timbul karena pengaruh kemenangan Jepang terhadap Rusia pada tahun 1905, dan mengambil Jepang sebagai teladan.

b)     Partai Nasionalis Indo-China

Partai ini mencontoh Guo Ming Tang (Tiongkok). Partai ini menimbulkan pemberontakan antara Vietnam dengan Perancis, pemberontakan ini dapat ditumpas pada tahun 1931.

c)      Partai Komunis Indo-China

Partai ini tidak menampakan dirinya sebagai partai komunis tapi selalu menyelundup dalam gerakan-gerakan nasionalsme. Partai ini didirikan pada 1929 di Hongkong oleh Nguyen Al Quoc atau yang dikenal dengan nama Ho Chi Minh.

d)     Partai Demokrat Indo-China

Partai ini didirikan pada tahun 1944 mahasiswa yang ingin merdeka da pemerintahan yang demokratis. Mereka menyetujui Ho Chi Minh sebagai pemimpin mereka.

e)      Partai Sosialis Indo-China

Didirikan pada 1946, tujuannya untuk mendapat kemerdekaan dan pemerintahan yang sosialis. Gerakan di Indo-China yang berkobar lebih didorong oleh orang-orang komunis. Ho Chi Minh dengan semboyannya “my party is my country, and my program is my independency.”

5)      Perang Dunia II

Menyerahnya Perancis pada Jerman (1940) menyebabkan kondisi pemerintahan Perancis di Indo-China melemah. Ketika Jepang datang, maka dengan mudah merebut Indo-China dari Perancis. Namun, pada saat itu Perancis masih memegang kekuasaan atas Indo-china sebagai konsekuensinya Perancis harus menyiapkan kebutuhan perang Jepang. Namun kondisi ini tak bertahan lama karena Jepang mengambil alih kekuasaan perancis di indo-china pada 9 maret 1945. lalu mendirikan kerajaan Vietnam pada 11 maret 1945 dengan Bao Dai sebagai rajanya. Lalu Norodom Sihanouk sebagai raja Kamboja pada 13 maret 1945. Selanjutnya pada 20 April 1945 Sisavong Vong menjadi raja Laos. Namun usaha Jepang ini tdak berhasil menarik hati masyarakat indochina yang ingin merdeka dari Perancis.

Ho Chi Minh pada tahun 1941 lebih berhasil mempersatukan gerakan-gerakan nasionalisme Indo-China didalam Liga Kemerdekaan Vietnam, dan mendapat bantuan dari Tiongkok, USA, dan Perancis . Ho Chi Min menyerbu Tonkin dan menggerilya disana dan sampai akhirnya Jepang menyerah pada sekutu (14 Agustus 1945). Ho Chi Minh menduduki Hanoi dan memproklamasikan kemerdekaan Indo-China sebagai Republik Demokratik Vietnam.

6)      Perjuangan Kemerdekaan Vietnam

Dalam konfrensi Postdam (2 Agustus 1945) ditetapkan bahwa Indo-China sebelah utara garis lintang 16° akan diduduki oleh Tiongkok, dan sebeah Selatan garis lintang 16° oleh tentara Inggris, untuk melucuti Jepang dan mengembalikan keamanan dan ketertiban.

Tentara pendudukan ini datang terlambat. Waktu antara Jepang menyerah dan tibanya tentara pendudukan digunakan sebaik-baikny oleh Ho Chi Minh:

i)        Memproklamirkan kemerdekaan.

ii)      Merebut pemerintahan dari Jepang.

Inggris tidak suka melihat Indo-China mendapat kemerdekaan karena in akan memperkuat gerakan kemerdekaan Asia. Inggris ingin mengembalikan imperealisme Perancis di Indo-China. Maka dengan diam-diam Inggris membawa tentara Perancis dalam usaha menlucut Jepang. Pada 23 Agustus 1945 tentara Perancis dapat merebut Saigon. Seluruh wilayah Inggris diberikan kepada Perancis. Adanya persetujuan Chungking pada 28 Pebruari 1946 membuat Tiongkok keluar dari Vietnam.

Kenapa Inggris membantu Perancis untuk mendapatkan kembali wilayah jajahan Perancis? Hal dilakukan tak lain untuk menekan usaha negara-negara di Asia untuk merdeka. Seperti yang kita ketahui, Inggris dijuluki dengan negeri matahari tak pernah terbenam. Ini tak lain karena Inggris memiliki wilayah jajahan yang luas. Wilayah jajahan yang banyak di Asia, menyebabkan Inggris ingin melanggengkan kekuasaannya tersebt. Untuk itu dengan menekan negara-negara yang baru merdeka untuk kembali terjajah. Bila negara yang baru merdeka tersebut gagal, maka tak menimbulkan inspirasi bagi negara terjajah lainnya untuk merdeka.

Kita masih bisa mengingat semboyan Inggris ketika meninggalkan Indonesia, dan menyerahkan kekuasaannya kepada Belanda. Bahwa dia akan membalas Belanda dengan mengusai perekonomian sehingga menyebabkan negara tersebut tergantung. Hal ini ditunjukkan Inggris dengan membangun Singapura sebagai wilayah perdagangan dan transito.

 

7)      Perang Kemerdekaan Vietnam

a)      Fase Perundingan

Mundurnya pasukan Cina dari wilayah Vetnam membuat konfontasi berlangsung secara langsung oleh Vietnam (Ho Chi Minh) dengan Perancis. Menyadari perang tak bisa digunakan, maka Vietnam dan perancis memilih untuk bedamai dengan menanda tangani perjajian 8 maret.

Adapun isi dari perjanjian tersebut diantaranya:

Pertama, Republik Demokratik Vietnam (Vietminh) diakui sebagai negara bebas (free state) d alam federasi negara Indo-China yang terdiri dari Vietminh, Vietnam, Kamboja, Laos.

Kedua, status cochin-china akan ditentukan dalam konfrens tersendiri apakah Cochin akan masuk Vietminh atau Vietnam.

Cochin-China merupakan wilayah pengahsil beras di Indo-China, sehingga wilayah ini sangat urgen untuk dikuasai. Secara bahan pangan, siapa yang menguasai Cochin-China maka dia menggenggam seuruh Indo-China.

Dalam perundingan yang dilakukan di Dalat dan Fontainebleau Cochin-China berubah status menjadi negara tersendiri (1 Juni 1946), pada konfrensi yang dilakukan di Dalat. Perwakilan Vietminh tidak diundang, hal ini menunjukkan pelanggaran terhadap persetujuan 6 maret. Alhasil fase ini berlanjut denga fase pertempuran.

b)     Fase Pertempuran

Fase ini ditandai dengan pengeboman Haipong (daerah Vietminh) pada 23 nopember 1946. Perperangan berlangsung diseluruh kawasan Indochina, namun perang berakhir dengan kegagalan. Maka selanjutnya memasuki dengan melalui fas negara-negara boneka.

c)      Fase Negara-Negara Boneka

Tujuan dari pebentukan negara-negara boneka ini adalah untuk melemahkan Ho Chi Minh denga memasukkan kedalam boneka-boneka yang dipropoganda Perancis, sehingga menimbul perpecahan diantara mereka. Memperkecil wilayh kekuasaan Ho Chi Minh, dan sebagai bentuk propoganda Perancis dalam usaha melepaskan politk imperialisme dan pelaksananaan Atlantk Charter. Diantara tujuan lainnya, politik devide et empera untuk memecah belah Indo-China.

Negara-negara boneka buatan perancis diantaranya: Kamboja (7 Januar 1946), Laos (27 Agustus 1946), dan Vietnam (Bao Dai).

Diantara ketiga negara tadi, Vietnam merupakan negara hasil buatan Perancis yang berhasil dalam usaha melakukn propoganda. Bao Dai adalah raja Vietnam yang pada tahun 1932 lalu tahun 1945 diangkat kembali menjad  raja. Namun dikalanga kaum terpelajar, Bao Dai tidak diakui. Vietnam yang dipimpin Bao Dai diakui sebagai negara oleh U.S.A dan Inggris (7 Pebruari 1950). Sementara dilain pihak Ho Chi Minhdengan Demokratik Vietnam juga diakui oleh R.R.C dan Rusia (31 Januari 1950)

d)     Fase Kemenangan R.R.T

Perang Kemerdekaan Indo-China berubah sifat dar kemerekaan menjadi perang China-Rusia versus Amerika. Ini tak lain karena Mao Tse Tung yang membantu Ho Chi Minh memiliki ideologi yang sama dimana Komunis harus tercapai lebih dulu setelah melalui Nasionalisme. Gerakan mendukung nasionalisme ini ditunjukkn dnegan sikap anti imperialisme dan kolonialisme. Hal ini mendukung dan memperkuat posisi Vietnam yang mendapatkan dukungan secara oril dan materil.


[1] Pengantar kuliah Asia Tenggara dari Bapak Drs. Sunarto.

[2] Wikepedia%20Sejarah%20Asia%20Tenggara/2)%20asia%20tenggara.mht Saturday, September 12, 2009, 9:50:54 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s