1001 kisah satu Banjarmasin (Hal-hal menarik)

Ini bukan artikel tentang lagu Ungu itu. Walau lagu itu menyimpan banyak kenangan,😀 tapi aku ingin meninggalkan sedikit catatan tentang kota Seribu Sungai ini. Bisa dikatakan tulisan ku ini cuma membicarakan tentang apa yang aku nilai menarik dari kota Bandarmasih, sebuah kota pelabuhan, kota transit. Paling gak transit barang dan jasa,:-/
Ah, ku mulai dari mana ya. Aku tinggal di Kayu Tangi, kalau kamu membaca sejarah Banjar, maka Kayu Tangi yang dimaksudkan ada di Martapura bukan disini (Banjarmasin), didaerah Dalam Pagar Martapura. (Itu juga kalau aku gak salah,😀 hihihi).

Dimulai dari Kayu Tangi ya, apa ya??? Hemmm, dimulai dari yang:
Pertama, Unlam. Ini ne, Universitas tertua di Kalimantan Selatan (mungkin juga di Kalimantan). Unlam itu, Universitas Lambung Mangkurat. Universitas terbesar di Kalsel, baik dari segi jumlah mahasiswa maupun bangunannya.😀 Tapi masalah akreditasi, bisa dikatakan ya harus mengakui Unparay (Universitas Palangkaraya, di Kalteng) ataupun Unmul (Universitas Mulawarman di Samarinda, Kaltim).
Kampus Unlam ada 2, di kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Di Banjarmasin itu kebanyakan Ilmu non eksak kampusnya. Kaya, Fakultas Hukum, Fisip, Fkip, Fekon. Kalau di Banjarbaru itu kampus eksak kaya Teknik, Pertanian, Kedokteran, Mipa, Kehutanan, Perikanan, dll. Seperti kampus-kampus lain, di Unlam relatif aman dan damai, kalaupun bergejolak biasanya di Banjarmasin saja. Seperti UI yang ada kasus korupsi, di Unlam juga ada.
Kedua, perdagangan kayu Galam. Nah di Banjarmasin, di Alalak tepatnya perdagangan kayu galam marak dilakukan. Di Alalak juga tempat perbaikan dan pembuatan kapal-kapal, maklum Alalak dialiri oleh anak sungai Barito dan merupakan cabang dari Sungai Martapura.
Ketiga,  Masjid yang ujungnya ada nanas. Bingung aku menyebutnya apa, sebab aku lupa namanya. Terletak didekat kawasan Alalak juga, kalau mau kesana ikuti aja jalan Hasan Basry, pas dimuka rumah sakit Anshari Shaleh belok kiri jangan naik jembatan. Ikuti aja jalan, jangan belok disimpangan, ambil lurus aja. Ntar juga ketemu.
Keempat, apa ya??? Ah iya, Musuem Wasaka di pangambangan. Tepatnya dibawah jembatan pangambangan, jadi lo kesana lewat jalan sultan adam menuju jalan lingkar utara dalam kota, jangan naik jembatan tapi belok kiri menuju bawah jembatan. Nah, dibawahnya kamu bisa nemukan tu Museum. Aku mensinyalir, itu museum satu-satu di kota Banjarmasin. Hahaha, disana menyimpan artefak pada masa perjuangan. Dengan desain rumah banjar, membuat kita nyangkut disebuah angan, membuat kita sadar perjuang orang Banjar sekuat baja. Wasaka itu waja sampai kaputing yang berarti kuat seperti baja mulai awal sampai akhir. Ya, bisa dikatakan itu filosofi orang Banjar dalam berusaha, agar tidak menyerah sampai akhir.
Kelima, kebun binatang kota Banjarmasin. Nah ini dia, susah menjelaskan lokasinya, tempatnya ada di Sultan Adam. Didalam kompleks perumahan tampatnya, didalamnya ada Buaya, Bekantan, Monyet, Enggang, Ular, ya beragam binatang lah. Hahaha, emangnya mau apa isinya?
Keenam, makam Pangeran Antasari. Nah ini berada disebelah masjid Jami Banjarmasin. Ya, salah satu dari pahlawan yang berasal dari Kalimantan Selatan. Pahlawan Nasional itukan ditetapkan melalui peraturan. Setahuku, ada Brigjend Hasan Basry yang makamnya di Liang Anggang dan Pangeran Antasari yang berasal dari Kalimantan Selatan, perasaan nambah dech sudah pahlawannya.
Oke, next yang ketujuh. Apa ya, pasar lama. Apa menariknya daerah ini, ah iya kalau malam disini banyak orang jualan nasi kuning ampe pagi. Hahahay, bagi yang mau ehem-ehem bisa cari disini, tapi susah juga, kebanyakan orang datang mau makan. Jadi susah mencarinya, hahaha. Karena aku jarang makan disini lewat dari jam 12an, jadi aku gak tahu dunia tengah malam di kota Banjarmasin, hahahaha.
Lanjut yang kedelapan. Bingung nah, kayu tangi sudah, sultan adam sudah juga, lanjut dari Sultan Adam nembus di Pasar Lama lanjut ke Belitung. Ah iya, belok dikit dari Belitung ada Pasar Terapung di kuin. Hahahay, ya pasar terapung. Lo mau melihat pasar terapung datangnya jam 5an abis sholat shubuh, sholat shubuhnya di masjid sultan suriansyah. n_n, komplit dah wisata sejarah dan budayanya. Dipasar ini kamu gak bisa beli android dan berbagai jenis smatphone loh, hahaha ya iyalah disini orang jualan yang segar-segar kaya sayur segar, buah-buahan. Sempatkan juga makan diatas warung terapung, dijamin mantabs dah. Beli-beli juga orang jualan kue (bahasa banjarnya wadai), rasanya sama kaya kue biasa. Tapi, sensansi cara dan tempatnya beli membuatnya beda.😀 Misalnya aja, kamu beli pisang goreng, kalau beli diwarung kamu langsung dapat berapapun yang kamu mau. Tapi lo dipasar terapung, kamu terombang ambing buat ngambilnya, habis itu pake tongkat ngambilnya. Wah bayangin aja asyiknya dengan angin pagi yang menyegarkan.
Nah kalau ke pasar terapung itu, lanjutannya ke yang sembilan. Menyusuri sungai martapura, padahal ada yang namanya pulau kembang. Berhubung masuk wilayah Barito Kuala, jadi gak ku bahas. Biasanya para pelancong yang ke pasar terapung pasti nyebrang kesana, dipulau itu ada banyak monyet-monyet. Mutar-mutar dipulau itu dengan dipandu oleh guide nya, kalau di Tenggarong ada Pulau Kumala yang berseberangan dengan museum mulawarman. Di Kalsel ada pulau kembang, jangan tanya masalah infrastruktur. Pulau Kumala itu keren, berhubung saya pernah ke Tenggarong dan gak sempat nyebrang kesana. Setidaknya gak numpang lewat hahaha. Waktu itu jembatan kukar belum runtuh, aku datangnya pas PKL ke desa Pampang.
Ah iya, kita kembali ke sungai martapura. Sungai ini di Banjarmasin, bukan di Martapura (tempat yang terkenal dengan intannya). Ibaratnya kamu berkunjung ke Pasar Terapung, pulangnya selusuri sungai ini ampe Gubernuran bisa juga sampai di museum Wasaka. Kamu bisa lihat pemandangan kota Banjarmasin yang lebih dekat, jauh dari kemacetan kota. Kamu juga bergaya kaya di Venesia, melakukan kissing dibawah jembatan (tapi tidak disarankan dan sangat tidak dianjurkan). Suruh yang menjalankan perahunya, nyanyi-nyanyi lagu yang romantis. Kalau orangnya mau, hahahahaha. Atau putar aja melalui handphone, nikmati kebersamaan yang menakjubkan.😀
Yang ke sepuluh, pantai jodoh. Hahaha, nama yang aneh untuk menyebut siring dimuka masjid raya sabilal. Semacam islamic center (Sabilal bukan Siringnya tadi) di Banjarmasin. Kalau di Samarinda ada tepian sungai mahakam, di Banjarmasin ya ada siring itu buat tongkrongan murah meriah. Ya sebelas dua belas lah sama yang disana, disini sebelasnya disana dua belasnya. Mau gimana lagi? Disana lebih keren dalam penataannya. Ada mitosnya loh disiring itu, siring dimuka sabilal (berhubung siringnya cukup panjang), itu gak mau bagus. Selalu aja rusak, padahal disana gak ada arus yang deras. Tapi rusak terus, mitosnya disana ada hewan Tambun. Dalam mitologi orang Banjar, ada Enggang dan Tambun. Enggang melambangkan dunia atas dalam hal ini Laki-laki dan dunia bawah diwakili oleh Tambun (perempuan), katanya bentuk dari binatang ini seperti kerbau tapi bersayap. Nah di siring itu ada sarang tambun, konon karena disana sarang binatang itu makanya siring gak mau bagus, sebab tambunnya keluar masuk. Mau benar atau salah gak tahu juga. Sebabnya enggang ada bentuknya, tapi apa tambun gak ada bentuknya? Ya, gak tahu juga. Itu mitos yang dipercaya sampai sekarang.
Nah buat bagian yang gak kalah serunya lainnya, baca part 2 nya. Kita bahas yang menarik dari kota Banjarmasin ini, hehehe. Satu semangat yang takkan pernah hilang. Hingga akhir waktu menjemput mu, n_n Ini hanya hiburan, jangan terlalu dianggap serius kalau ada yang gak sesuai dengan kenyataan, n_n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s