Banjar dan Dayak (hanya sedikit yang ku tahu)

Banjar dan Dayak, dua suku asli Kalimantan yang berbeda. Seperti Sunda dan Jawa yang mendiami Pulau Jawa. Cukup menarik, melihat dua kebudayaan yang berkembang dengan berbeda dalam satu bentang alam Kalimantan.

Banjar merupakan suku bangsa yang mendiami wilayah Kalimantan Selatan. Suku Banjar ini kemudian melakukan migrasi ke berbagai wilayah di nusantara. Orang Banjar tersebar banyak di daerah Kalimantan Tengah dengan keterikatan sejarah dimasa lalu. Sehingga dalam beberapa daerah di Kalimantan Tengah menggunakan nama-nama yang berbau Banjar. Misalanya aja Kota Sampit (yang kemarin terjadi konflik),  Mandawai, ataupun Kuala Pambuang yang merupakan nama kota di Kalimantan Selatan.

Sebagai suku yang suka merantau, orang Banjar lebih banyak menjadi pedagang didaerah rantauan. Sebagaimana dibanyak tempat di Indonesia, dimana pemerintahan dipegang oleh penduduk pribumi sementara ekonomi dipegang perantauan. Orang Banjar termasuk suku yang mudah beradaptasi, dan mgnhormati lingkungan dimana dia berada. Sehingga hampir jarang terdengar konflik yang bernuansa Sara.

Banjar merupakan sebuah suku bangsa yang memiliki identitas keislamannya. Maksudnya, setiap orang Banjar pasti muslim. Hal ini yang kemudian membedakan antara orang Banjar dan Dayak pada umumnya. Misalnya: jika ada yang bertanya apakah anda orang Banjar? Maka jika dijawab adalah ya. Maka dapat dipastikan dia seorang muslim. Hal ini akan berbeda jika ditanyakan dengan, misalnya: apakah anda orang Dayak? Jika jawabannya adalah ya. Maka belum dapat dipastikan dia adalah seorang muslim.

Hal ini yang menarik, sehingga ada anggapan bahwa Islam lah yang memisahkan antara Banjar dan Dayak. Hal ini tentunya harus diteliti lagi. Namun, bila melihat ke belakang. Maka Dayak dan Banjar adalah satu kesatuan, dimana dalam masa perjuangan kedua suku ini saling membantu.

Berbicara tentang Dayak, anda bisa cari di wikipedia untuk mengetahui artinya secara etimologi dan lain sebagainya. Hmmm, berbicara tentang Dayak. Ada hal yang menarik tentang Dayak yang ada di Kalimantan Selatan. Apa yang menariknya? Suku Dayak pada umumnya, bertitik berat pada upacara kematian. Sehingga kita mengenal Tiwah dan lainnya (ritual yang mengikutinya).

Namun, di Kalsel suku Dayaknya mempunyai ritual yang dikenal dengan Aruh Ganal yang merupakan ucapan syukur atas hasil panen bisa juga disebut dengan pesta panen. Berbeda dengan di Kalimantan Tengah (misal) yang upacara besarnya dikenal dengan upacara Tiwah. Tiwah merupakan upacara kematian, yang diperingati oleh suku Dayak. Di dalam Tiwah dikenal dengan adanya ngayau. Berbicara ngayau, tentu akan sangat panjang. Tunggu aja artikel saya yang membahas tradisi ngayau ya? n_n

Dua upacara besar yang berbeda inilah yang menarik, mengapa suku Dayak meratus tidak melakukan ritual upacara kematian yang besar seperti suku Dayak lainnya. Mungkin ini juga terkat dengan perjanjian Tumbang Anoy, atau perjanjian Sultan Banjar dengan Belanda untuk menghapus Ngayau dalam tradisi Dayak. Ini menjadi menarik, mengingat tradisi ngayau tentu masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan masih ada sampai sekarang. Bagi yang tidak tahu, Ngayau adalah potong kepala, biasanya digunakan untuk pendirian panter.

Upacara Aruh Ganal inilah yang menarik, karena tradisi ini berbeda dengan tradisi dayak secara umum. Memang juga ada upacara kematian dalam suku Dayak Meratus. Namun tidak sebesar upacara Tiwah (kematian). Coba anda bandingkan dengan tradisi yang ada di Toraja atau daerah lain, terkait dengan upacara kematian.

Kalau kita melihat dari kondisi geografis, Suku Dayak banyak mendiami daerah pedalaman dan penggunungan. Sementara suku Banjar mendiami daerah pesisir dan dataran rendah. Misalnya ada di Banjarmasin ataupun di Pangkalan Bun (di Kalteng). Namun, sejauh ini saya belum mengetahui adanya konflik antara Banjar dan Dayak. Suku ini hidup berdampingan, saling membantu, menghormati, dan bersama-sama memajukan Kalimantan menjadi yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s