Migrasi bangsa Inggris dan Prancis ke Amerika Utara/Tengah

Gambar ini merupakan ilustrasi semata

Mungkin ada yang sedang berpikir, apa sich Amerika Utara/Tengah dan Selatan? Orang kebanyakan atau pada umumnya memisahkan Benua Amerika menjadi 2 bagian, yaitu Amerika Utara dan Amerika Selatan. Mungkin karena perbedaan corak pembentukanya, dimana Amerika Utara itu terutama di bangun oleh Inggris (Amerika Serikat) dan Prancis (Kanada) dan bagian selatanya di bangun oleh Spanyol, Belanda, dan Portugis sehingga sering disebut dengan Amerika Latin. Jadi ada penyebutan, Amerika dan Amerika Latin.

A. Migrasi Bangsa Inggris dan Prancis ke Amerika Utara

Jamestown merupakan wilayah koloni pertama Inggris yang dibangun di Amerika Utara. Kedatangan bangsa ini tak bisa dilepaskan dari kondisi Inggris yang semakin memburuk setelah terjadi revolusi Industri, tekanan ekonomi yang hebat karena terjadi modernisasi dalam melakukan produksi. Banyaknya pengangguran menyebabkan terjadinya migrasi yang besar-besaran ke Amerika Utara. Kebebasan beragama turut menjadi isu penting ketika raja Henry VII (1509-1547), dengan mengakui aliran Angelican dalam agama Kristen yang ditandai dengan munculnya gereja nasional. Pengakuan terhadap sekte ini menyebabkan adanya tekanan terhadap sekte puritans yang bersandar pada kemurnian agama kristen. Tekanan keagamaan membuat kaum puritans tersebut berkeinginan untuk menyelenggarakan kehidupan beragama yang bebas, kebebasan hanya dapat mereka temukan di tanah yang baru, bukan di Inggris dimana mereka ditekan habis-habisan oleh pemerintah saat itu.

Pemerintah Inggris juga melakukan penindasan kepada bangsa Ir (Eire) yang menganut katholik. Bangsa Ir mendiami wilayah Irlandia (vasal Inggris), tekanan politik antara Inggris dan Irlandia semakin memperkeruh keadaan. Bangsawan Inggris yang banyak memiliki tanah di Irlandia menaikkan harga sewa tanah yang tinggi, sehingga bangsa Ir banyak tidak mampu untuk membayar, hal tentu meningkatkan angka pengangguran. Ketiadaan perwakilan bangsa Ir di parlemen Inggris, membuat bangsa Ir semakin tertindas, karena tidak ada yang membela hak-hak mereka. Mengikuti jejak kaum puritans, bangsa Ir melakukan migrasi dengan tujuan yang sama. (adanya pola yang sama antara bangsa Inggris dan Ir, yaitu tekanan pemerintah dan ekonomi)

Migrasi pun dilakukan secara besar-besaran, ke dunia baru. Dengan harapan akan bisa terlepas dari penindasan politik, kebebasan beragama, dan mendapatkan kehidupan ekonomi yang lebih di tanah yang subur Amerika.

 

B. Migrasi Bangsa Prancis ke Amerika Utara

Kedatangan Prancis ke Amerika Utara pertama kali disebabkan oleh penyelidikan terhadap para petualang, Giovanni Verrazarro (1524) yang menyelidiki alur menuju Hindia. Dengan adanya penyelidikan ini, membuat terbukanya jalan bagi migran Prancis menuju tanah harapan yang baru (dalam hal ini bisa dikatakan adalah Kanada).

Motivasi kedatangan bangsa Prancis yang melakukan migran didorong oleh penindasan pemerintah terhadap kaum Protestan. Sama seperti di Inggris, Pemerintah Prancis mengakui sekte Katholik dan memberikan tekanan terhadap sekte Protestan ketika itu. Tekanan ini berujung pada perang yang dikenal dengan perang Hogenut. Bangsa Prancis yang menganut Protestan disebut dengan kaum Hogenut. Bangsa Prancis yang melarikan diri dari perang ini, menuju Amerika Utara sebagai pengungsi. Tujuan mereka adalah untuk mendapatkan kebebasan moral dalam menjalankan agamanya, tanpa berada di bawah tekanan keagamaan (Katholik) terutama yang dilakukan oleh pemerintah.

2 thoughts on “Migrasi bangsa Inggris dan Prancis ke Amerika Utara/Tengah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s