Sistem Politik Indonesia pada abad ke 16 hingga 18 di Bali

gambar hanya ilustrasi

1. Wilayah
Pada pertengahan abad ke 19 di Bali terdapat sejumlah negara, masing-masing mempunyai raja dan kekuasaan sendiri. Dipantai utara, memanjang dari Tanjung Pasir di sebelah Barat sampai ke Tanyar (sebah kota sebelah Timur Laut Gunung
Batur) terdapat kerajaan Buleleng. Diujung timur pulau ini terdapat kerajaan Karangasem, dan dipantai tenggara  terdapat kerajaan Kalungkung dan Gianyar. Sebelah selatan, kerajaan Badung sedangkan dipantai barat terdapat kerajaan
Jemberana, Tabanan, dan Mengwi. Satu kerajaan lagi yaitu Bangli, terapat ditengah pulau ini. Dewa Agung dari Kalungkung diakui sebagai raja tertinggi oleh semua negara yang di Bali, karena selain sebagai raja, juga menurut adat diakui sebagai pemimpin agama diseluruh Bali.
Kekuasaan raja-waja Bali tidak terbatas di pulau Bali saja, melainkan sampai ke Lombok juga. Untuk mengurusi sebuah kerajaan, raja dibantu oleh raja bawahan atau pameda yang dibantu oleh pejabat-pejabat tertentu. Nama-nama jabatan-jabatan tersebut berbeda antara negara yang satu dengan lainnya. Mengenai nama jabata-jabatan tersebut berbeda antara negara yang satu dengan lainnya. Mengenai nama jabatan-jabatan itu akan diuraikan kemudian.

2. Raja dan bangsawan
Raja-raja di Bali memakai gelar Anak Agung, Cokorda, Ida Cokorda, dan lainnya. Diwilayah negaranya, Raja di hormati sebagai penguasa tertinggi, kekuasaan raja diperoleh karena keturunan.  Untuk memelihara loyalitas rakyat terhadap raja. Ada suatu tradisi yang disebut ngrebeg. Didalam upacara ngerebeg penduduk laki-laki diwilayah negara  datang berkumpul dengan membawa senjata mereka masing-masing dan mengadakan parade pasukan bersenjata dihadapan raja dan para pembesar.  Kekuasaan raja juga nampak dibidang lain, seperti pada pengerahan tenaga rakyat untuk memperbaiki bendungan yang disebut dengan gebug gumiyar.
Dalam situasi perang, kekuasaan raja nampak pada saat mengumumkan peperangan penduduk laki-laki diseluruh wilayah negara wajib datang dan membawa senjata mereka masing-masing. Raja-raja bertempat tinggal didalam Puri (istana) bersama-sama dengan keluarga dekat raja (bangsawan). Raja juga mempunyai abdi-abdi yang diberi tugas tertentu. Seperti abdi yang ahli dalam bidang seni, para undage, drowe bertugas membuat genteng untuk puri. Kelompok-kelompok petugas tersebut dikepalai oleh pambekel, diantaranya kelompok pambekel pengobatan, pambekel pengawin,
pambekel loput senapan, pengayah sajroning ancak saji, dan pengayayah kadelem. Sistem penggantian raja di Bali didasarkan atas keturunan. Biasanya pengganti raja yang meninggal adalah putra pertama atau putra satu-satunya yang lahir dari permaisuri dari kalangan bangsawan. Adakalanya apabila putra laki-laki lebih dari seorang, raja memilih putra yang dicintainya dan dianggap cakap. Artinya pemegang kekuasaan baik yang tetap maupun yang sementara selalu terdiri dari bangsawan keluarga dekat raja.

3. Birokrasi
Untuk menjalankan pemerintahan diseluruh wilayah kerajan. Raja dibantu oleh para pejabat pemerintahan yang secara hirarkis menduduki fungsi tertentu. Dalam birokrasinya kerajaan. Raja dibantu oleh Pasamuan Agung yang bertugas memberi nasihat dan pertimbangan pada raja dan ikut membantu dalam penyusunan undang-undang. Dibawah raja terdapat Patih, Pambekel, dan penggawa-penggawa daerah. Seperti Sadiran Gede atau Sedahan Agung yang bertugas yang bertugas mengawasi pengaliran air kesawah dibawahnya ada 5 klian subak yang masing-masing bertugas didaerah-daerah. Dibeberapa daerah, kepala desa disebut pembekel. Pembekel didampingi oleh duluam dga dibawah pembekel terdapat rama desa atau prewayan, yang dibantu oleh kubayan, bausinggukan, pengabin, pangenem. Pejabat-pejabat kerajaan seperti telah disebutkan diatas secara hirarkis melintas dari atas kebawah, dan masing-masing mengurusi tugasnya dan sesuai dengan wewenangnya. Dibatas-batas desa terdapat rumah-rumah penjagaan guna menertibkan dan mengawasi orang-orang yang keluar masuk desa langlang atas, untuk keamanan hutan, sekarang gulungan atau polisi ternak yang berhak mengadili bila terjadi pencurian ternak dari penduduk desa.
4. Masyarakat
Dibali juga terdapat penggolongan kasta juga terdapat 4 kasta (catur warna, catur wangsa, catur janma), ialah kasta-kasta Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Golongan Brahmana adalah golongan yang terhormat dalam masyarakat Bali.
Golongan ini terbagi 2 yaitu Brahmana Siwa, dan Brahmana Buda. Brahmana Siwa di Bali dibedakan menurut nenek moyang yang menurunkan seperti Brahmana Kamanuh, Kamiten, Manoaba, Mas, Antapan. Keturunan dari brahmana
menggunakan sebutan Ida. Menurut urutan kelahiran anak laki-laki tersebut mendapat sebutan panggilan: Ida Wayan, Ida Nyoman, Ida Made, dan Ida Ketut.  Golongan ksatria dapat dibedakan dalam 3 tingkatan, yaitu ksatria dalem, golongan Predewa, dan golongan Pengakar, Prebagus, atau Pasangsiyang.  Apa yang diuraikan diatas adalah keturunan dari ksatria, daerah yang masih mempunyai asal keturunan dari Sri Kresna Pakistan, disamping itu masih ada golongan ksatria berasal dari Jawa yang disebut para arya. Keturunan para arya ini memakai gelar Gusti , I Gusti. Golongan Weisya dapat dibedakan dalam 3 tingkatan, yaitu: golongan pregusti  (Jawa), golongan keturunan Jawa, keturunan tiga raja Weisya dari Jawa datang dari Bali bersama para arya Jawa. Golongan Sudra terdiri dari rakyat bawahan. Golongan ini juga dapat dibedakan dalam 3 tingkatan, yaitu : mereka mendapat anugerah raja. Mereka yang diangkat menjadi pembekel, Usdra Jati, Tani atau Panager. Golongan Sudra juga disebut dengan wong Jaba atau wong kesaneh. Didaerah kalungkung terdapat orang-orang sudra tingkat atas yang mendapat sebutan prebali. Golongan sudra yang mendapat anugerah raja (Iwla Wisuda) memakai sebutan Gusti, Si, Putu, Jio, Nangah, Wargi didepan namannya. Dibawah golongan-golongan catur warna atau catur wangsa terdapat juga para budak yang disebut sepangan untuk laki-laki dan sepangan untuk wanita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s