Sistem Politik Indonesia pada abad ke 16 hingga 18 di Kalimantan

gambar hanya ilustrasi

1. Wilayah
Kerajaan-kerajaan terpenting di Pulau Kalimantan adalah: Sambas, Pontianak, dan Banjar. Pada tahun 1819 Sambas dan Pontianak menyerahkan seluruh wilayah kekuasaan kepada Hindia Belanda. Di Kalimantan bagian utara terdapat kerajaan Brunai. Sekarang menjadi Negara Brunai. Kerajaan yang masih bertahan adalah kerajaan Banjar yang kekuasaannya meliputi seluruh wilayah Kal-Sel hingga Kotawaringin. Didalam wilayah tersebut terdapat beberapa kerajaan yang berada dibawah kekuasaan Sultan Banjar, yaitu: Berau, Kutai, Pasir, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tatar, Dusun Hulu, Dusun Ilir, Bakumpai, Dayak Besar, Dayak Kecil, Mendawai, Sampit, Pembuang, dan Kotawaringin.  Pada tahun 1854 Sultan Adam mengadakan perdamaian tambahannya dengan Hindia Belanda yang menentukan wilayah kerajaan meliputi: disebelah barat : Sungai Banjar (anak sungai Barito), sebelah timur dengan Pegunungan Meratus, sebelah selatan dengan gunung Pamatun.  Sejak tahun 1826 kekuasaan Sultan Adam dibatas oleh pihak Hindia Belanda.
Pihak Hindia Belanda mengambil alih saja segala pemerintahan. Namun dalam wilayah yang dikuasai sultan-sultan sistem pemerintahan tradisional masih tetap berlaku dan merupakan patokan penting alam negara Banjar. 2. Raja dan bangsawan
Masyarakat dalam negara Banjar terdiri dar 3 bagian :

  1. Golongan yang memerintah Sultan dan keluarganya.
  2. Golongan yang diperintah
  3. Golongan mayoritas

Kekuasaan raja dibatasi oleh Dewan Mahkota, yang berfungsi sebagai penasihat raja. Segala tindakan atau keputusan raja harus mendapatkan persetujuan dulu dari dewan mahkota. Dalam pertengahan abad ke-19 pengaruh Belanda terhadap
kerajaan Banjar telah begitu kuat, sehingga dalam pengangkatan maupun pemecatatan pejabat-pejabat birokrasi tingkat atas, Belanda ikut menentukan. Dalam sejarah kerajaan Banjak banyak terjadi keruwetan disebabkan hal internal Kerajaan, sepert penunjukkan pengganti raja, putra Mahkota belum dapat memperoleh tahta, karena belum tentu diterima para bangsawan. Untuk membedakan golongan bangsawan dengan rakyat bawahan, digunakan macam lambang dan status, contohnya gelar pangeran, Ratu, Gusti, dan Nanang menunjukkan bahwa yang memakainya masih keturunan bangsawan. Letak kerajaan Banjar yang strategis, karena berada ditepi jalan perdagangan laut bagian timur dan barat Indonesia, menyebabkan kuatnya tradisi perdagangan laut dan pelayaran pada penduduk Banjar. Kerajaan Banjar juga mengekspor produksi hasil bumi dan hasil hutan yang melimpah didaerah perdagangan.

2. Birokrasi
Dalam urusan pemerintahan kerajaan, Sultan dibantu oleh seorang Mangkubumi atau patih yang bertindak sebagai kepala pelaksana pemerintahan. Pengaruh Jawa pada abad ke 16 dan dan 17 cukup terasa dalam kerajaan Banjar.
Pengaruh ini terlihat pada gelar-gelar para bangsawan, gelar jabatan dalam birokrasi kerajaan, kerajaan, organisasi pemerintahan, tatacara maupun pada cabang-cabang seni Istana. Dibawah Mangkubumi terdapat jabatan-jabatan Mantri Pangaran, Mantri Pangiwa, Mantri Bumi, dan 40 orang mentri. Para mantri adakalanya berasal dari rakyat biasa yang karena kecakapannya oleh raja diangkat sebagai raja dalam istana. Hikayat Raja Banjar dan Raja Kotawaringin memberi uraian terperinci mengenai jabatan dalam negara Banjar sebelum abad ke-19. Bangsawan dengan derajat yang berbeda-beda. Demikian pada gelar, adipati, tumenggung, kyai ngabeni, tangga, demang, lurah, pembekal menunjukkan jabatan yang dipangku oleh sipemakai. Didalam istana terdapat lambang-lambang kebesaran raja seperti Payung Bawat, dan benda-benda upacara alam bentuk  Kenduga, Tikar, tempat rokok, dan lain-lain. Nampak jelas dengan menggunakan berbagai macam lambang status, raja, dan para bangsawan membedakan golongannya dengan rakyat biasa. Hak-hak dan wewenang yang dimilikinya karena tradisi memungkinkan mereka mendapat fasilitas dalam masyarakat. Karena kegiatan para bangsawan didalam usaha perdagangan, mengakibatkan juga makin tingginya kedudukan mereka dalam masyarakat. Kekayaan negara sebagian didapati dari pungutan pajak yang dibebankan pada rakyat diwilayah negara dan selain itu didapat dari usaha perdagangan. Contoh pajak: pajak kepala, pajak tanah, pajak padi persepuluh, pajak
pendulangan emas, dan berlian, pajak barang dagangan dan pajak bandar. Selain itu kekayaan alam didaerah kerajaan alam didaerah kerajaan banjar dalam bentuk emas dan berlian merupakan sumber penghidupan yang menguntungkan bagi pemerintah dan penduduk Banjar. Raja mempunyai kelompok pejabat khusus untuk mengatur
rumah tangga istana. Untuk menjaga istana raja mempunyai kelompok petugas yang  disebut kelompok Sarawisa. Tugas mengurusi dan membersihkan balairung dan sitiluhur diserahkan pada para petugas mandung. Pengawal raja disebut kelompok mamagarsari. Kelompok yang diserahi tugas memelihara alat-alat senjata adalah saragani. Tugas mengurus upacara-upacara kerajaan dipercayakan kepada kelompok petugas khusus dibawah pimpinan seorang pejabat mengumbara. Dalam upacara-upacara kerajaan raja didampingi oleh Nawarga. Petugas untuk melaksanakan/menyampaikan perintah raja disebut kelompok pamarakan. Kelompok pergarelan bertugas menyempurnakan dan mempegelarkan seni tari. Petugas bertugas mengiringi raja berburu ialah tunaburu. Mengawasi dan menjaga keamanan pasar adalah tugas dari kelompok pariwala. Petugas juru gendong dan jurung adalah
kelompok yang berhubungan dengan ekonomi. Segala yang diuraikan diatas tadi adalah susunan jabatan dalam birokrasi
kerajaan sekitar abad ke-17 yang sedikit banyak sebagian masih terus digunakan dalam abad-abad berikutnya.
3. Masyarakat
Golongan bangsawan merupakan golongan yang dihormati dalam masyarakat. Di kalangan bangsawan terdapat juga lapisan-lapisan, menurut derajat kebangsawanannya. Selain golongan bangsawan, golongan pedagang juga mempunyai kedudukan yang cukup dihargai masyarakat. Pedagang-pedagang kaya mempunyai pengaruh yang besar dalam masyarakat, bahkan juga dalam pemerintahan kerajaan. Penghormatan pada seorang pedagang kaya akan makin bertambah apabila pedagang itu sekaligus juga masih keturunanbangsawan. pemimpin-pemimpin agama termasuk lapisan atas pula. Sekalipun tidak berkuasa politik, golongan ini sangat berpengaruh dalam masyarakat. Golongan petani penanam hasil bumi merupakan golongan yang cukup besar jumlahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s