Memahami apa itu Pasar

ilustrasi

Pasar

Pasar merupakan tempat dimana pembeli dan penjual bertemu untuk membeli atau menjual barang dan jasa atau faktor-faktor produksi.

Dalam ekonomi pasar merupakan “spatial model, yakni mendefinisikan pasar berdasarkan lokasi.”1 Hal ini mengingat kondisi geografis Indonesia yang sangat luas dan beribu-ribu pula yang tersebar. Faktor biaya angkut menjadi sangat penting untuk diperhartikan termasuk suplai barang dari luar.

Mekanisme pasar dapat mengalokasikan faktro-faktor produksi dengan cukup efesien dan dapat mendorong perkembangan ekonomi…”2 Hal ini yang kemudian menjadi daya tarik bagi perkembangan wilayah yang berada disekitarnya.

1. Fungsi Pasar

Pasar memiliki beberapa fungsi, diantaranya:

a. Pasar menetapkan nilai (setsvalues).

Barang yang diinginkan oleh masyarakat (dalam hal ini adalah konsumen) mempunyai relatif tingkat harga yang lebih tinggi dibandingkan barang yang tidak diinginkan oleh masyarakat. Gerak kekuatan permintaan dan penawaran yang terjadi dipasar menentukan tingkat harga barang. Sedang, gerak harga-harga itu sendiri selanjutnya menentukan apa dan berapa setiap macam barang yang diproduksikan dalam suatu perekonomian.

b.Pasar mengorganisasi produksi.

Dengan adanya harga-harga faktor produksi di pasar, maka akan mendorong produsen untuk memilih metode produksi yang paling efisien. Bila harga suatu faktor produksi.

c. Pasar mendistribusikan barang.

Hal ini menyangkut tentang untuk siapa barang diproduksi. Seseorang yang memiliki penghasilan. Besarnya penghasilan ini tergantung dari faktor produksi dan besarnya harga faktor produksi tersebut dipasar. Hal ini menunjukkan bahwa pola distribusi barang tergantung dari harga barang dan faktor produksi yang dihasilkan oleh masyarakat.

d. Menyelenggarakan penjatahan (rationing)

Penjatahan ini merupakan inti dari harga. Maksudnya, sejumlah barang yang diproduksi dalam kurun waktu tertentu akan terbatas. Keterbatasan inilah yang membuat barang mengalami penjatahan berdasarkan harga. Semakin tinggi harganya, maka akan semakin sedikit orang yang bisa mendapatkan (mengkonsumsinya).

e. Mempertahankan dan mempersiapkan kebutuhan dimasa yang akand datang.

Hal ini ditujukan dengan adanya investasi dan tabungan. Dengan adanya pasar, kita bisa mempersiapkan dan mempertahankan ekonomi.

  1. Jenis-Jenis Pasar

Pasar terbagi dalam beberapa jenis, dengan patokan yang berbeda. Berikut ini beberapa jenis pasar, dengan kriteria tertentu:

a. Berdasarkan barang-barang yang ada di pasar:

  1. Pasar konkret. Contohnya: pasar buah, pasar beras, pasar ikan, dll. Termasuk juga berbagai jenis toko, kios, warung, tukang rujak, tukang es krim. Pasar diartikan sebagai keseluruhan permintaan dan penawaran atau jasa tertentu. Disini faktor lokasi diperhitungkan.
  2. Pasar abstrak. Contohnya: pasar uang, pasar modal, pasar karet, dll. Barang yang diperdagangkan biasanya hanya berupa replika dari barang sesungguhnya. Misalnya: penjual karet hanya menunjukkan contoh dari barang yang dijual, sementara barang yang sesungguhnya berada di gudang. Pasar ini biasanya juga disebut dengan bursa barang, termasuk didalamnya jual beli online. Penjual dan pembeli yang tidak bertemu, membuat barang yang ditawarkan memiliki standar tertentu. Pasar jenis ini tidak lagi terikat kondisi geografis.

b. Berdasarkan luasnya:

  1. Pasar setempat (lokal)
  2. Pasar regional (pasar yang mencakup beberapa daerah tertentu)
  3. Pasar internasional atau pasar dunia.c. Berdasarkan waktu:
  1. Pasar insidental
  2. Pasar menetap
  1. Macam-Macam Pasar

Secara teoritis ada dua struktur pasar yaitu:

a. Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition)

Pasar persaiangan sempurna, jumlah produsen begitu banyak dan tidak bisa mempengaruhi pasar. Karakteristik dari pasar ini:

b. Semua produsen memproduksi barang yang homogen (sama).

Konsumen membeli barang/jasa bukan karena merek, namun dari kegunaan barang. Semua produsen dianggap mampu memproduksi barang dan jasa dengan kualitas dan karakteristik yang sama.

c. Produsen dan konsumen memilki pengetahuan/informasi sempurna.

Konsumen mendapatkan perlakuan yang sama, maksudnya harga jual yang sama dari semua produsen.

d. Produksi produsen lebih kecil dari produksi pasar.

Produsen didalam pasar dianggap berproduksi efesien, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Kendati demikian, hasil produksi (output) produsen relatif kecil dari keseluruhan produksi produsen dalam pasar.

e. Produsen menerima harga yang ditentukan oleh pasar.

Produsen tidak dapat mempengaruhi harga pasar, sehingga harga ditentukan oleh pasar (price taker). Produsen hanya bisa menyesesuaikan jumlah output untuk mendapatkan laba dengan maksimum.

5. Semua produsen bebas keluar masuk pasar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s