Belanda yang tidak beranjak dari Irian Barat pasca KMB

operasi trikora

Belanda yang berkedudukan di Irian Barat ketika itu didasarkan pada Pasal 2 Dokumen KMB. Dokumen ini menyatakan bahwa belum ada kesepakatan, keterbatasan waktu, dan demi hubungan baik, maka Irian Barat ditetapkan dalam status quo dalam setahun. Hal ini membuat di Indonesia harus bersabar menunggu perundingan, agar sesuai dengan kesepakatan KMB.

Keputusan penundaan ini tidak terlepas dari strategi Belanda, yang ingin bertahan di Irian Barat. Belanda mengharapkan kekacauan di Indonesia, dan berpeluang kembali ke Indonesia melalui Irian Barat. Ini didasarkan dari sikap Belanda yang kurang berminat untuk berunding masalah Irian Barat, namun masalah transportasi dan perburuhan Belanda bersedia. Ini menunjukkan bahwa Belanda lebih suka membicarakan hal-hal yang bersifat teknis pelaksanaan saja.

Penundaan ini memberikan keuntungan kepada Belanda secara politik. Didasarkan pada dokumen yang menyebutkan Irian Barat dalam status quo, maka pemerintahan atas Irian Barat diberikan kepada Belanda. Bagi Belanda, penundaan ini berarti pembatalan hasil KMB terkait Irian Barat. Hal ini didasarkan dari kesepakatan KMB yang menyebutkan bahwa masalah Irian Barat diselesaikan setahun setelah KMB di setujui, faktanya masalah ini tidak selesai selama bertahun-tahun.

Kekuasaan atau power bagi negara adalah sesuatu yang paling berharga. Kekuasaan politik yang sudah dicapai oleh suat negara atas wilayah tertentu tentu sulit untuk dilepaskan begitu saja.  Apalagi negara tersebut mendapatkan keuntungan dari kekuasaan politiknya tersebut. Jadi pelepasan kekuasaan politik tersebut, melepaskan keuntungan yang sebelumnya  telah dinikmati. Namun, bila kekuasaan politik itu bersinggungan terhadap negara lain yang memiliki hak atas kekuasaan tersebut. Maka perjuangan ini akan berawal dari perundingan, namun penggunaan jalur militer dimungkinkan apabila penggunaan diplomasi tidak berhasil.

Bagi Indonesia, tidak selesainya masalah Irian Barat, maka Indonesia belum menjadi kesatuan yang utuh. Perjuangan untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan Indonesia tidak hanya selesai pada pengakuan KMB saja. Proses dekolonialisasi harus dapat diselesaikan hingga Irian Barat masuk ke dalam wilayah RI. Baru setelah Perpera tahun 1969, Irian Barat masuk ke dalam pemerintahan Indonesia.

One thought on “Belanda yang tidak beranjak dari Irian Barat pasca KMB

  1. Jada berkata:

    I like what you guys are usually up too. This type of clever work and coverage!
    Keep up the amazing works guys I’ve added you guys to my own blogroll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s