Kenapa kamu layak menyukai anime dan manga naruto?

Penggemar Naruto biasanya disebut dengan naruto lover’s atau narutonian. Ada yang bilang yang menyukai naruto itu sebetas anak-anak saja, namun saya pikir Masashi (pengarang Naruto) mengangkat anime ataupun manga dalam posisi yang lebih tinggi. Hal yang sama juga seperti pengarang One Piece ataupun Fairytail, SAO, dll. Posisi yang lebih tinggi? Mereka selayaknya Sony yang mampu mengangkat gamer ke derajat yang tinggi, dimana orang dewasa sekalipun tak perlu malu untuk memainkan game.

Ya, kita tak perlu malu. Ketimbang Sinetron tv Indonesia yang ceritanya lebay, dan berkesan kurang mendidik sampai melahirkan gerakan “dua jam tanpa sinetron” saya merasa sinetron Indonesia berada dalam tahap yang mengkhawatirkan.

Baiklah, ini beberapa hal kenapa Naruto layak di tonton? Saya sendiri juga ngefans dengan Naruto.

Pertama, Naruto digambarkan sebagai sosok yang nakal karena kurang perhatian. Dia tak pernah menyerah untuk mencari teman, di berjuang dari seseorang yang bodoh, biang masalah, dan menjadi pahlawan bagi desanya. Hal ini menggambarkan, bahwa Naruto merupakan sosok yang tidak pernah menyerah walaupun saingannya berat. Salah satu perkataan naruto kepada Obito, “menyerahlah untuk membuat saya menyerah.” Walaupun Naruto selalu kalah, dia berhasil membuktikan bahwa perjuangan, kerja keras, semangat pantang menyerah. Pada akhirnya dia bisa menang menghadapi musuhnya walaupun dengan susah payah.

Kedua, Naruto merupakan sosok yang bodoh, emosional, dan cendrung ceroboh. Berbeda dengan Anime macam Sun Goku yang terlahir dengan kecerdasan dan kekuatan. Bahkan Nobita pun selalu di dampingi Doraemon, berbeda dengan itu semua Naruto bahkan paling tidak berbakat dalam teknik ninja sampai dia bisa menguasai jutsu bunshin. Naruto harus susah payah untuk menguasai jutsunya. Naruto sempat membenci jutsu bunshin, siapa sangka jutsu bunshinnya menjadi jutsu andalannya. Kage Bunshin No Jutsu merupakan jutsu level A atau S, karena ini adalah jutsu terlarang. Ya, cuma naruto yang bisa memakai ini karena chakranya cukup banyak, bahkan kakashi saja maksimal memakai 4 bunshin. Percaya atau tidak, mulai season 1 sampai sekarang Perang Ninja 4 jutsu andalan dari Naruto adalah Kage Bunshin dan Rasengan. Di Movienya, Naruto selalu mengalahkan musuhnya dengan Rasengan, sementara itu kalau di bandingkan dengan musuhnya yang menguasai beragam jutsu. Naruto hanya menguasai 2 jutsu yang menjadi induk semua jutsunya, dia hanya menguasai 1 elemen saja. Perubahan Naruto, ninja biasa à sannin mode à chakra kyubi à kyubi mode. Namun, dia masih seorang gennin atau ninja pemula tingkatnya walaupun kemampuanya setara dengan “kage”

Ketiga, konsep cerita dalam Naruto cukup matang. Misalnya, konsep chakra yang sebelumnya cukup jarang digunakan dalam anime atau manga lainnya. Nama Naruto, Konsep Jutsu juga sudah mapan untuk dipergunakan. Bahkan teknik ninjanya adalah yang membuat saya terkesan, seperti dojutsu, ninjutsu, taijutsu, fuinjutsu, dll. semuanya sudah diatur begitu kompleks oleh penulisnya. Inilah yang menggembirakan, kita diajak berpikir memahami alur ceritanya, terus kita dijebak dan selayaknya Hamka. Satu chapter saja tertinggal, maka kita bisa tidak memahami jalan ceritanya yang lain. Saat jutsu ingin dikeluarkan, maka pengguna harus merapel segel tangan. Banyak hal di Naruto yang merupakan proses adaptasi dari cerita, legenda, dan mitos yang ada di Jepang. Pengadopsian oleh MK pun dilakukan dengan baik, seperti konsep Biju ekor 1 sampai 9.

Keempat, didalam cerita Naruto banyak terdapat quotes yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup. Contohnya: “Karena saya yakin dengan kata-kata ku, karena itu adalah jalan ninja ku.” Hinata ke Naruto. Bagaimana seseorang harus berpegang teguh pada apa yang dikata-katakan. “Menurutku, orang yang kuat adalah orang yang ketika jatuh, dia terus bangkit, dia kembali jatuh, dan dia bangkit. Itulah arti kekuatan yang sebenarnya.” “Berhentilah bertindak bodoh untuk menyelematkannya. Aku telah gagal menyelematkan teman ku, ku harap kamu jangan melakukan hal yang sama.” Jiraya ke Naruto. Naruto menjawab, “aku akan menjadi bodoh selamanya untuk menyelamatkan teman ku.” Kalimat ini mirip perkataan Patrick kepada Spongebob, “pengetahuan tidak bisa menggantikan persahabatan. aku lebih suka menjadi idiot daripada kehilangan mu.” keduanya lebih mementingkan sahabatnya daripada dirinya sendiri.

Mungkin ini dulu, saya lagi memikirkan apa lagi ya. :-D  semoga ada manfaatnya, jangan pandang remeh penggemar anime ya, saya bukan otaku tapi saya menyukai Naruto karena alasan diatas. Anime itu bukan tontonan anak-anak kecil, orang dewasa juga. Di Anime imajinasi melampaui ekspektasi loh,😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s