Pertumbuhan Agama Hindu Hindu dan Budha di India

relief di Candi Borobudur

           Kebudayaan di India berkembang pada masa Mohenjedaro dan Harappa, kedua kebudayaan ini berkembang dengan dukungan bangsa Dravida. Pada tahun 1500 SM Bangsa Arya datang menurut Prof. Gills berkesimpulan mereka berasal dari benua Eropa tepatnya di Austria-Hungary dan Bohemia. Bila hal ini benar, maka ada 2 kemungkinan kedatangan mereka. Melalui utara (darat) atau selatan (laut hitam), kemungkinan kecil melalui utara sebab perjalanan akan banyak melalui berbagai rintangan.

Kedatangan bangsa Arya ini menggeser kedudukan bangsa Dravida yang telah berkembang kebudayaan yang becorak modern, sementara bangsa Arya masih bersorak pedesaan. Bangsa Arya lama-lama mendesak bangsa Dravda masuk dan menetap di pedalaman India, dan kebudayaan Dravida diambil oleh bangsa Arya untuk dikembangkan lebih lanjut.

Setelah menetap dan memaksa bangsa Dravida ke pedalaman, mereka lama-lama kelamaan mampu menguasi seluruh daratan sungai Indus dan Gangga. Mereka menamai tempat yang mereka kuasai dengan Aryavarta yang berarti tanah bangsa Arya atau Hindustan yang berarti negeri orang Hindu.

Kedatangan bangsa Arya ini dengan membawa sebuah kepercayaan. Kedatangan mereka ketanah India terbagi menjadi 2 kelompok, kelompok pertama menuju Iran dengan membaw buku Avesta dan yang ke India membawa buku Veda. Veda ini terbagi empat yang disesuai dengan dimana buku ini dibuat. Kedatangan bangsa Arya ini membuat India memasuki zaman sejarah.

Sistem kasta yang ada didalam agama Hindu ini, dan selanjutnya menjadi darah daging karena kesombongan bangsa Arya yang merasa lebih mula dari bangsa Dravida. Bangsa Arya memiliki tubuh yang putih, bersih, dan tinggi. Berbeda dnegan Dravida yang berpostur pendek, hitam, dan kotor. Kondisi fisik seperti ini membuat bangsa Arya enggan membaur, dan menciptakan sistem kasta untuk memisahkan mereka dengan bangsa Dravida.

Agama Hindu berangsur-angsur berkembang di India, tidak ada pembawa yang pasti menyebabkan dogma tidak ada yang bersifat tetap. Bagi mereka asal mengakui Veda sebagai kita suci, ia adalah seorang Hindu.

Dalam agama Hindu yang berasal dari bangsa Arya, Dewa Indra adalah dewa yang paling hebat dan utama. Ada 3 Dewa penting dalam ajaran agama Hindu: Pertama,  dewa Brahma dianggap sebagai pencipta dunia yang fana ini. memiliki istri bernama Saraswati. Kedua dewa Wisynu dipuja sebagai dewa pelindung dan turun kedunia bila dibangunkan. Istrinya bernama Dewi Laksmi. Ketiga, dewa Syiwa yang dipandang sebagai dewa perusak dan dianggap sebagai mahadewa. Berisitikan dewi Durga atau dewi kematian.

Pembagian kasta, seperti yang disinggung sebelumnya, terjadi karena kesombongan bangsa Arya. Maka bangsa Arya melalui kaum brahmana, melakukan penafsiran terhadap Veda. Hasilnya adalah terciptanya sistem kasta yang terdiri 4 bagian: Pertama, Brahmana yang terdiri dari kaum ulama Hindu. Kedua, Ksatrya mereka yang bertugas pada pemerintahan dan angkatan perang. Ketiga, Waisya yang merupakan kaum pedagang dan petani atau kelas menengah dalam masyarakat. Keempat, Sudra yang terdri atas golongan buka yang kedudukannya sangat rendah dalam masyarakat. Mereka hidup hanya untuk mengabdi kepada 3 golongan diatas dan tidak menelaah Veda. Masih ada satu golongan lagi, yaitu Paria. Golongan ini dianggap tak lebih dari sampah masyarakat dan sama sekali tidak berguna. Golongan paria, sama sekali tidak boleh mendekati 4 golongan tersebut.

Kondisi sosial masyarakat yang terbagi menjadi 4 atau 5 golongan (bila ditambah dengan paria), menyabakan adanya kesenjangan sosial dalam masyarakat. Kondisi seperti ini menyebabkan terkelompok dan terkotak-kotak masyarakat yang ada. Ada bagian masyakat yang dihormati, ada bagian masyakat yang direndahkan. Kondisi seperti ini menyebabkan munculnya golongan masyarakat yang menolaknya. Agama Budha lahir melalui wahyu yang diterima oleh Gautama. Bisa disimpulkan bahwa Budha lahir sebagai bentuk protes terhadap agaa Hindu yang membagi masyarakat menjadi 4 golongan. Agama Budha dimulai dari Benares lalu keseluruh penjuru India dan mendaptkan sambutan paling banyak di Magadha dan dataran sungai Gangga. Setelah menerma wahyu di Budh Gaya, kemudian menyebar keseluruh Asia. Ajaran yang pada awalnya idea, akhirnya berkembang sesuai dengan selera dan situasi tempat penyebaran agama Budha. Budha menyebar ke berbagai negara yang berbeda aat istiadat, lama kelamaan ajran aslipun hamir hlang karena dipengaruhi oleh berbagai variasi yang seharusnya ridak ada. Misalnyanya dalam agama Budha idak mengenal adanya Tuhan tetapi pada saat ini beberapa tempat ada aliran dalam agama Budha yang menmuja beberapa dewam mirip seperti agama Hindu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s