Ngemix Mie Ayam dengan Bakso

Beberapa waktu yang lalu saya ke hujanan di Banjarbaru. Kota ini letaknya sekitar 20 kiloan dari Banjarmasin. Perjalanan saya dari Barabai pending disini, selain karena hujan juga karena saya dapat kiriman buat ngantar uang ke Cempaka.

Bundaran Banjarbaru

Saat di Martapura, saya menatap hampa ke langit. “Kehujanan, paling gak harus sampai di Cempaka aja dulu.” Pikir, sesuai terka ku. Belum sempat sampai di Cempaka, hujan sudah deras mengguyur.  Saat itu baru saja melalui bundaran Banjarbaru menuju Pleihari. Akhirnya saat itu saya putuskan buat berteduh di warung, karena jam udah menunjukkan pukul setengah 1 siang.  Warung ini letaknya tak jauh dari kampus Unlam Banjarbaru arah ke Pleihari, bersebelahan dengan bengkel dan warung yang jualan gorengan.

“Baksonya satu.”

“Disini ada mie ayam juga mas.”

“Kalau gitu, mie ayam tambah pentol.” Pesan ku.

Yang jualan, lalu membuatkan pesanan ku. Ku duduk menunggu  sajian yang akan dihidangkan. Ku duduk sambil menaruh tas disamping ku.  Sebuah hidangan kemudian diantarkan.

Foto-0006

mie ayam yang berkuah

aku yang mendapati ini langsung terkejut, ini mie ayam apa bakso? kok berkuah begini, biasanya mie ayam gak sebanyak ini kuahnya. Wah, ini baru. Rasanya masih kaya mie ayam, kuahnya rasa mie ayam juga. Mungkin karena bumbunya, tapi tetap aja aneh kok mie ayam begini.

Foto-0007 (FILEminimizer)

mie ayam dengan kuang yang menggenangi

Mienya sich bisa dibilang ngecewakan karena mie yang dipakai mie kriting atau instan gitu. Gak ngebuat sendiri, disini kurangnya menurut saya. Pentolnya atau Bakso aliat Meat Ball nya kurang enak, kayanya produk lama neh. Tapi kalau main skala-skalaan ya dapat C lah. Wah saya yang menikmati ini merasakan sesuatu yang beda, mungkin karena pertama kalinya mie ayam yang kuahnya menggenangi. Enak sich, tapi kalau pakai skala-skalaan ya skorsnya C+ lah,😀

Berapa harganya? Harganya 12 ribu dengan minumnya teh hangat yang sama mengecewakan. Masa iya tehnya ini kayanya bukan teh baru, teh lama yang di seduh berulang-ulang. Harusnya tuh, standart warung saya (di rumah sayadi Barabai juga jualan nasi, ya semacam depotlah :D) segelas teh itu satu kantung celup tehnya. Sehingga rasa tehnya, enak gitu.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s