Komposisi agama di Hulu Sungai Tengah

DSCF0353

Masjid Agung Barabai

Islam merupakan agama mayoritas di Hulu Sungai Tengah yang di anut terutama oleh Suku Banjar. Kristen, Hindu, Budha, dan Kaharingan juga dapat ditemui disini yang di anut oleh Suku Dayak, dan pendatang. Uniknya, orang Dayak yang menganut Agama Islam menolak disebut orang Dayak mengatakan diri mereka menjadi orang Banjar. Istilah Suku Dayak Meratus yang menganut Islam disebut dengan Mutih. Masyarakat Barabai dikenal bersifat Islami. Pasar Barabai yang menjadi kajian penelitian inipun terletak di berseberangan dengan Masjid Sulaha Barabai. Ini menunjukkan bahwa sentra keagamaan turut menjadi pendorong kegiatan ekonomi. Barabaipun dikenal dengan Bumi Asmahul Husna, ini dikarenakan di sepanjang jalan di Kota Barabai, lampu-lampu jalanan bertuliskan Asmahul Husna berdiri rapi menyinari kota. Berada tak jauh dari Masjid Sulaha, terdapat Pengajian, lokasi ini mirip dengan Sekumpul di Martapura dimana seorang Tuanguru menjadi pusat pembicara dengan peserta pengajian yang datang darimana-mana dengan menggunakan baju putih. “Orang di Hulu Sungai (termasuk Hulu Sungai Tengah-pen) itu lebih patuh dengan Tuanguru, yang dipembacaan itu daripada melestariakn seni budaya yang lebih dahulu ada.” Ungkap Seniman yang berkerja sebagai PNS di Taman Budaya Banjarmasin yang namanya menolak disebutkan. Di Kota Barabai sendiri pendidikan Islam modern di pelopori oleh Pondok Pesantren Modern Istiqamah, sejumlah PAUD Islami, TK Islami, Ibtidayah (SD), Sekolah Islam, Mts (Madrasah Tsanawiyah/SMP). MAN (Mandrasah Aliyah Negeri/SMA). Pendidikan Islam tradisional dilakukan melalui Ponpes yang tersebar hampir disetiap Kecamatan, yang pendidikan biasanya dengan Ponpes Tradisional yang masih menggunakan Kitab Kuning sebagai acuan pembelajaran. Ponpes Pemangkih di Pantai Hambawang merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang cukup terkenal. Lulusan dari Ponpes Tradisional ini lebih mendapatkan tempat di masyarakat dibidang keagamaan ketimbang dari ponpes atau pendidikan yang berbasis Islam modern lainnya. Agama Kristen sendiri di Barabai dapat di jumpai di Batali yang merupakan markas dari Kodim, sehingga penganut Kristen merupakan kaum pedatang yang berdinas di Barabai. Selain di Batali, pemeluk agama Kristen lainnya dapat di jumpai di daerah Labuhan (Batang Alai Selatan), maupun di daerah Tandilang (Batang Alai Timur) yang wilayahnya didominasi dataran tinggi Meratus. Di daerah ini, kebanyakan Suku Dayak yang berpindah agama dari Kepercayaan Kaharingan, Hindu, dan Budha.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s