Review Film “Soekarno” : entahlah mau bilang apa

soekarno

Hari ini saya baru aja nonton film Soekarno, kebetulan saya ini suka download film di web penyedian downlink. Saya jarang mau mengeluarkan uang buat nonton di bioskop, tapi kali ini saya abaikan itu. Film Soekarno adalah satu film dimana saya duduk di bangku penontonnya. Sebelumnya, saya pengen nonton film “Adriana” berhubung gak tayang di Bioskop XXI Banjarmasin.

Film Tenggelamnya “Kapal Van Der Wijck” udah penuh, waduh saya kagum tu film “Titanicnya” Indonesia banyak yang nonton. Biasanya saya melihat pemerannya di film, kaya film “Di Bawah Lindungan Ka’bah” saya gak nonton, melihat pemerannya saya jadi gak pengen termasuk film “Gending Sriwijaya”. Saya ini peminat film Biografi dan Sejarah,😀 apalagi film Indonesia. Sisanya saya milih download aja, wkwkwkwk bayangin aja, buat apa nonton film yang budget seadanya hohoho macam film seksi horor hohoho rugi-rugi, ide cerita gak menjual gak dapat inspirasi lagi.  Film begituan, saya tonton sich tapi setelah download wkwkwk

Oke-oke, udah kemana-kemana. Awalnya saya pengen lihat film ini terlepas dari kasus hukumnya. Saya, pengen nemu orang baru. eh tahunya, pemerannya Ario Bayu. Saya sedikit kecewa, gak ada orang lain lagi apa, emang sich aktingnya bagus terbukti dari film-filmnya kaya Dead Mine, Java Heat, tapi ya itu pengennya itu lihat sosok baru.

Alur ceritanya maju mundur, awalnya disungguhi adegan penangkapan Soekarno dan pengasingan, lalu balik ke masa kecil. Sejujurnya, saya harapkan film ini berdurasi “Soe Hok Gie” yang sekitar 4 jam itu. Sehingga, Soekarno tampil secara apa adanya menampilkan beragam sisi ideologi dan apa saja yang membentuknya. Waduh, ternyata saya masuk jam 6 keluar jam 8an, artinya sekitar 2 jam aja.

Kalau melihat filmnya, kok kaya mengetahui “apa yang sudah tahu” aja, kaya kapan peristiwa itu terjadi. Coba ditekankan, misalnya pas pembelaan Soekarno dalam sidang, dinarasikan bahwa itu “Indonesia Menggugat” kekeke Pembentukan Ideologi Marhaenisme itu juga di perjelas, jangan klip sambil lewat gitu. Hadohhhh, jadi penonton itu mengerti apa itu Marhaen, bagaimana terbentuknya. Habis itu apa ya? pas ribut sidang BPUPKI tentang dasar negara, tentang penetapan hukum Islam itu. Coba Soekarno itu ditampilkan dengan gaya orasi, dimana dia menekankan konsep Pancasila itu didapatnya darimana? bukan klip, tapi pidatonya ituloh dia menggali darimana? udah berapa lama dia menyusun konsep itu? Disitu cuma mendeskripsikan persila, maksud Soekarno. Padahalkan, konsep Pancasila itu sempat disusutkan jadi 3, lalu 1. Disini gak asiknya, kayanya dikejar durasi ne Film. Coba di gambarkan bagaimana Soekarno membayangkan konsep Pancasila ini diangkat, kekeke mungkin kata-kata soekarno yang bilang, “kita ini negara yang dihuni oleh mayoritas orang Islam, orang Islam yang duduk di pemerintahan buat peraturan yang sesuai dengan aturan Islam, otomatis peraturan itu peraturan yang Islami tanpa perlu menetapkan Indonesia sebagai negara Islam.” kira-kira kalimat seperti itu, nah pernyataan ini menurut saya adalah jalan tengahnya diantara keributan posisi syariat Islam.

Peristiwa Rengasdengklok kok digambarkan sebagai sesuatu yang tak berguna, padahal itu mengamankan Ir. Soekarno dan Hatta dari Jepang. -_- kaya pas di Bengkulu, dia mau dibawa ke Australia biar Jepang gak mengganggunya. Tujuannya baik, setelah itu pas diskusi dirumah Laksamana Maeda, kok gak dibilangin itu Bulan Ramadhan. kekeke -_- harusnya diberitahu juga rencana awalnya itu bukan dikediaman Soekarno tapi di lapangan Ikada (Monas) proklamasi, hohoho tapi dibatalkan gitu karena khawatir. Lalu kenapa gak dijelaskan kenapa dirumah laksamana maeda? kenapa laksmana maeda itu berani? Itukan karena Laksamana Maeda merupakan penghubung angakatan laut dan darat, sehingga dia tidak tunduk pada angkatan darat yang menguasai Jawa.  Oh iya pas menuliskan teks proklamasi kemerdekaan itu, harusnya dijelaskan kenapa kalimat yang dipake itu “pemindahan kekuasaan” harusnya itu dijelaskan tujuannya. lalu debat, siapa yang ttd, jadi suasana penulisan teks itu terekontruksi. Nah, asyikan film itu pada beberapa scene bisa dijadikan bahan untuk mengajar,😀 film ini kayanya berorientasi pada sisi komersial, karena kurang menonjolkan cerita lain dari sejarah kebanyakan ataupun kurang detailnya cerita mereka (yang buat film itu kira) yang nonton itu orang yang kuliah Sejarah apa? Jadi, udah tahu duluan dan juga tahu ini keliru dimana aja. Ne, gak pake riset sejarah kah? hadohhhh, atau gak ngelibatin akademi, sejarawan, dsb mending diangkat dari autobiografi aja, kekeke lebih valid,😀  kalau gak mau melibatkan sejarawan dkk,😀 kan paling konsultasi doang buku mana yang bagus dipake,😀 orang tu bikin film, sekira anak sekolahan itu belajar seputar kemerdekaan Indonesia itu lewat film aja,😀. Misalnya, buat adegan lucu adalah Soekarno mesan Sate sebagai perintah pertama sebagai Presiden. Kalau cuma teks penjelasan, orang bisa kelewatan atau tidak fokus pada sisi layar yang menampilkan teks penjelasan. Tampilnya “A’ajimi” discene-scene akhir membuat kelucuan. walau sepanjang cerita saya ketawa-ketiwi soalnya Soekarno sibuk “galau” akan cinta saat Hatta “galau” memikirkan Indonesia merdeka. Overall film ini, sudah bagus walau ini tak berarti saya merekomendasikan. Mungkin, untuk masyarakat umum ini udah bagus. Entah kenapa bagi saya, “kok gitu” ah masa” “segitu aja” atau “loh kok”. Ada scene Soekarno dan Hatta ke Jepang saya bilang begini “Ah masa Istananya segitu doang.” orang itu, gambar diambil dari Soekarno go, sampai, nginap, nemu kaisar Jepang. Timbul-timbul langsung di Istana, kan gak tahu Istana Kerajaan Jepang itu gimana kekeke😀 Soekarno itu nginap dimana? hohoho Oh iya pas ke Vietnam, kok gak diceritakan Soekarno singgah di Singapura juga,😀 atau bagaimana suasana hatinya pas mau ketemu jendral itu.😀

Ini trillernya,😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s