Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

https://i0.wp.com/www.rsudalihsan.jabarprov.go.id/ps/Rubrik_file/lambangkerjasama.jpg

Bentuk interaksi sosial terbagi atas 2 yaitu: interaksi yang berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan pertentangan (conflict) serta penyelesaian masalahnya atas pertikaian yang terjadi dilakukan melalui proses akomodasi (accomodation). Dalam interaksinya manusia tidak selalu sependapat dengan orang lain. Secara umum, menurut Gillin dan Gillin yang dikutip oleh Sarjono Soekanto menunjukkan bahwa bentuk interaksi sosial ini mengarah pada proses yang bersifat asosiatif dan disasosiatif. Proses asosiatif ini terbagi:

a.       Kerjasama

Charles H. Cooley dalam Sarjono Soekanto hal. 66 (2013) menyebutkan:

“Kerja sama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pendendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut. Kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta yang penting dalam kerja sama yang berguna.”

 

 

b.      Akomodasi

Akomodasi menunjukkan pada dua arti: menunjukkan pada suatu keadaan dan menunjukkan pada suat proses. Akomodasi menunjuk pada suatu keadaan berarti adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorang atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Akomodasi sebagai suat proses menunjukan pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suat pertentangan untuk mencapai kestabilan.

c.       Asimilasi

Proses sosial di mana pihak-pihak yang bertentangan mulai melakukan pengurangan perbedaan-perbedaan di antara orang-perorang, kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap, dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.

Proses disasosiatif lebih cenderung mengarah pada proses perpecahan di dalam sebuah masyarakat. Proses ini dibedakan menjadi 3 bentuk yaitu:

a.       Persaingan

Persaingan merupakan suat proses sosial, di mana individu atau kelompok yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suat masa menjadi pusat perhatian umum dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada, tanpa mempergunakan kekerasan atau ancaman.

b.      Kontravensi

Sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang lain atau unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. Bentuk proses sosial ini merupakan antara dari persaingan dan pertentangan.

c.       Pertentangan

Bentuk proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan dengan ancam atau kekerasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s