Tips Berkendaraan di Gunung

https://i2.wp.com/gradasihijau.blog.com/files/2013/07/IMG_0633.jpg

Hulu Sungai Tengah merupakan sebuah daerah yang beradai di kaki dari Pegunungan Meratus. Sehingga, limpahan airnyapun bersumber dari sana. Hal ini ditunjukan dengan adanya Sungai atau Batang Barabai dan Batang Alai yang melintasinya.

Tentu saja hal ini mengindetifikasikan bahwa daerah pegunungan yang menjadi sumber air, menyimpan kebudayaan atau peradaban yang lebih lambat mengalami perubahan. Tak mengherankan bila perjalanan menuju daerah belakang, (untuk memisahkan dengan daerah yang sudah lebih berkembang secara ekonomi, politik, dan pendidikan.) sangat berbeda kwalitas jalannya. Beberapa daerah di HST yang bisa diketegorikan tertinggal ini adalah Batang Alai Timur yang beribukota di Tandilang. Nah, daerah ini menyimpan banyak potensi tambang jenis galian C. Apa aja itu? Lihat buku UUD dan tafsirnya. Karena kami tidak membahas itu sekarang. 😀

Daerah ini bergunung-gunung, walaupun pembangunan jalannya mencapai daerah terpencil. Namun, disini jalannya meliuk-liuk, bebatuan, menanjak. Setidaknya sampai Hinas Kiri, jalanan masih bisa dicapai menggunakan roda 4 atau 6. Setelah itu jalannya hanya bisa dilalui oleh roda 2, atau dengan jalan kaki. Oleh karena itu, kami mau berbagi tips dalam berkendaraan roda 2.

  1. Bunyikan klakson, terutama dijalanan yang menikung. Tujuannya, agar pengendara dari arah berlawanan tahu bahwa dari muka ada yang berpapasan. (bila jalanannya masih bagus.)
  2. Jarak antara pengendara dan yang dibawa sebisa mungkin untuk sedekat-dekatnya. Orang yang dibawa, berpegangan erat ke muka (memegang pinggang) yang dimuka. Jangan memegang bagian belakang kendaraan, karena beban akan lebih berat, sehingga membuat motor lebih sulit untuk dibawa.
  3. Lebih baik yang membawanya adalah laki-laki. Karena bisa mengambil keputusan yang rasional secepat mungkin. Sangat berbahaya jatuh berkendaraan saat turun gunung, ketimbang naik gunung. Jadi berhati-hatilah, karena sebelah sisinya adalah jurang. Hal ini juga terkait dengan efesiensi dan keamanan, sehingga tidak mengulur waktu.
  4. Jika merasa tidak berani melanjutkan perjalanan, taruh kendaraan di pinggir dan posisi yang aman dari kemungkinan terjatuh. Masyarakat lokal, tidak akan mencurinya dan terjamin keamanannya.
  5. Lakukan perjalanan dengan berkelompok, jika tidak langkah yang paling aman adalah perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti terjatuh sendirian, pecah ban, ataupun hal lain yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s