Sungai dan Perekonomian HST

Jukung yang ditambatkan didekat Pasar Barabai. Sumber: kitlv.nl

Jukung yang ditambatkan didekat Pasar Barabai. Sumber: kitlv.nl

Sungai merupakan jalur transportasi utama yang digunakan di HST, hal ini di karenakan pola pemukiman di HST pada saat itu mengikuti aliran sungai. Hal ini diindikasikan oleh keberadaan desa-desa tua selalu berada dipinggiran sungai, dan pusat perekonomian selalu berada di pinggiran sungai[1].

Pola pemukiman ini kemudian mengalami perubahan yang sangat besar, saat pemerintahan Belanda yang menghapuskan Kerajaan Banjar dan melakukan administratif mulai membangun jalan raya dari Banjarmasin ke Hulu Sungai. Pemukiman yang sebelumnya yang berada di sepanjang aliran sungai mulai digeser untuk berada di sepanjang jalan raya untuk lebih mudah dalam melakukan kontrol atas aktivitas penduduk.

Sungai Benawa merupakan sungai besar yang melintasi kota Barabai, walaupun di HST sendiri ada pula Batang[2] Alai yang melintasi wilayah HST. Kedua sungai ini terhubung oleh sungai kecil yang melewati sejumlah desa/kampung, kedua Sungai ini bertemu (bermuara) di daerah Danau Panggang yang beradai di Pantai Hambawang.

Pasar Barabai yang terletak di tepi sungai Benawa menunjukan bahwa posisi Barabai mempunyai daya tarik secara ekonomi dan lokasi pemerintahan. Hal ini menunjang daerah ini berkembang lebih maju dari daerah lain yang juga menjadi sentra ekonomi dan pemerintahan (Pantai Hambawang dan Birayang).

Penggunaan jalur sungai sebagai sarana transportasi dan perdagangan nampaknya mengalami kemunduran yang sangat besar seiring dengan mulai ramainya lalu lintas darat. Pada tahun 1920-an transportasi sungai sudah mengalami kemunduran, namun sebagai sarana lalu lintas perdagangan masih menjadi salah satu jalur yang digunakan. Di Barabai sendiri, hingga tahun 1970-an jalur sungai mulai tidak dipergunakan lagi. Hal ini disebabkan oleh penggunaan truck yang mulai ramai, terutama untuk mendistribusikan barang dari lokasi

Pemanfaatan sungai sebagai sarana transportasi dan sungai masih dipergunakan di daerah Pantai Hambawang terutama di daerah rawa


[1] Jika di perhatikan, mulai dari Kab. Tapin Pasar  Rantau berada di tepi Sungai Rantau, Pasar Lok Batu di Kandangan (Kab. Hulu Sungai Utara) berada di pinggir Sungai Amandit, Pasar Amuntai di Amuntai (Kab. Hulu Sungai Utara) berada di pinggir sungai Amuntai, Pasar  Paringin (di Kab. Balangan) berada di pinggir  Sungai Balanga, demikian pula dengan Pasar Tanjung  (di Kab. Tabalong) berada di pinggir Sungai Tabalong.

[2] Sungai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s