Semua yang kamu perlukan untuk menulis esai

pen-notebook

Apa itu Esai?

Esai merupakan karangan mengenai sebuah topik. Esai juga sering disebut dengan artikel, opini. Esai merupakan opini, namun opini ini berada dalam esai. Sehingga esai tidak bisa disebut dengan opini, karena di dalamnya ada fakta. Berbeda dengan artikel ilmiah, yang mengedepankan keilmiahan dalam penulisannya. Esai selalu menggabungkan antara fakta dan imajinasi, pengetahuan dan perasaan, tanpa mengedepankan salah satu tentunya. Sehingga, esai dapat dikatakan sebuah ekspresi tertulis penulis atas sebuah fakta.

Jenis-Jenis Esai

Ada berbagai macam jenis esai, semuanya tergantung di mana kamu ngutip atau di mana kamu menjadikan referensi atas sumbernya, berikut tabel pembanding dan sedikit informasi jenis esai yang dimaksudkan:

perbandingan esai

  • Expositori, esai ini berisi usaha untuk menjelaskan suatu persoalan secara gamblang dan terinci.
  • Persuasi, esai berisi usaha penulis untuk menyakinkan bahwa pendapat yang disampaikannya itu benar.
  • Informal, esai ini bersifat hiburan. Jadi penyampaiannya santai saja, namun juga informatif. Bisa lucu, atau apalah asal jangan terlalu serius saja,
  • Tinjauan, esai tentang mengevaluasi. Isinyanya bisa serius alias formal atau melucu alias informal. Terserah aja sih, 😀
  • Riset, esai ini tentang perbandingan karya orang lain. Ini biasanya antara pemikiran mereka dengan pemikiran anda. Jika kamu terlalu melakukan perbandingan, ntar keasyikan malah jadi gak fokus. Kan banyak tu yang dibandingkan. Jadi kalau membandingkan sesuatu itu kamu harus fokus, 😀
  • Litelatur, hampir sama seperti tinjauan. Namun literatur lebih rumit dan mendalam, umumnya mengeksplorasi atas sebuah karya sastra.
  • Argumentasi, udah jelas esai ini berisi argumen tentang sebuah pendapat. Ya, tidak semua pendapat yang kamu tuliskan dalam esai itu disetujui. Yang gak setuju, dia bisa membuat esai argumentasi. 😀 dia membandingkan pendapat mu dengan pendapatnya, namanya argumentasi ya dia membantah dengan pendapatnya.
  • Sebab-Akibat, esai ini udah jelas bicara tentang sebab dan akibat dari sesuatu. Kamu harus memberikan bukti dukungan atas fakta yang ingin kamu sampaikan sebagai dampaknya.
  • Perbandingan, esai ini jelas melakukan perbandingan. Intinya kamu mencari persamaan dan perbedaannya. 😀 Mirip dengan riset, namun perbandingan di sini hanya sebatas persamaan dan perbedaan.

Apa yang di tulis dalam Esai

Apa yang ditulis di dalam esai, semua tergantung pada penulis dong? 😀 Namun, kadang kitakan bingung mau nulis apa kan? Nah, kita harus mulai darimana? Kalau bingung, kamu harus memikirkan untuk apa kamu nulis? Kamu nulis karena mau nyari uang lewat kiriman tulisan di surat kabar, mau ikut lomba, atau karena mengkritisi apa yang sedang happening.

Jika sudah tahu, tujuan atau alasan kamu nulis esai. Kamu harus tahu kenapa subjek dalam tulisan mu ini penting kamu tulis? Apa penyebabnya? Apa pendapat mu? Bagaimana pengaruhnya terhadap masyarakat? Bikin aja banyak pertanyaan untuk menguji konsistensi mu dalam menulis essai.

Bagaimana mulai menulis esai?

Anda bertanya, bagaimana menulis esai yang baik? Anda harus menyadari satu hal. Paragraf pertama adalah bagian yang menentukan. Ibarat cinta, pesona menentukan di mana perasaan mu akan jatuh sebagai cinta atau sekedar menganggumi. Tulisan yang bagus, tentu mengajak pembacanya untuk menikmati. Tulisan esai disebut esai kalau tulisan kamu dibaca sekali duduk saja, walaupun tak ada aturan yang pas tentang idealnya sekali duduk itu berapa lama. 😀

Sebagai bantuan, saya akan membagi beberapa tipe pendahuluan atau intro dalam tulisan esai. Teknik ini bisa kamu aplikasikan dalam memulai tulisan mu ya, 😀

  • Informasi umum

Informasi umum, ya informasi umum. Informasi yang udah umum dong, kamu menjabarkan informasi umum, lalu masuk ke pendapat khusus mu. Ibarat tulisan, dari induktif ke deduktif. Bahasa lainnya, kamu menjabarkan pemikiran yang udah mainstream, terus kamu masuk ke pemikiran mu beda kamu. Kamu bicara tentang pasar, kamu jabarkan informasi umum tentang pasar itu dong.

  • Pertanyaan retroris

Kamu awali tulisan mu dengan serangkaian pertanyaan. Yap, pertanyaannya itu gak usah kamu jawab ya, biarkan pembaca menjawabnya sendiri. Misalnya: lihat bagian “bagaimana menulis esai?” itukan serangkai pertanyaan tanpa minta jawaban. 😀

  • Kutipan

Ini jelaslah, kamu ngutip pendapat orang. Penting bagi kamu, untuk menuliskan nama atau tahun serta halaman. Soalnya itu bentuk penghormatan secara akademis. Kutipan ini terbagi jadi 2, kutipan langsung dan kutipan ide. Kutipan langsung, kamu nyomot seotentik tulisan asli. Kalu kutipan ide alias tidak langsung. Kita cuma ngutip idenya aja, tapi tidak tulisan aslinya. Udah ah, ini bicara nulis esai bukan artikel ilmiah J

  • Definisi

Beda sama kutipan, definisi ya penjelasan terhadap apa yang mau kita angkat dalam tulisan kita ini. Nah, beda sama kutipan itu adalah kamu gak pakai pendapat orang yang merujuk pada sumber. Kamu definisikan sendiri, misalnya: “pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi.” Nah kalau kutipan, diujung kata transaksi ada catatan kakinya. Kalau definisikan jelas, jelas gak ada. 😀

  • Anekdot

Anekdot alias cerita lucu. Ya, kamu cerita lucu tentang suatu pengalaman atau apapun yang bisa biki orang senyum karena itu sebuah cerita. Misalnya, kamu cerita pengalaman lucu saat disungai. Kamu ngira ular ngejar kamu, tahunya cuma belut. Haha, 😀

  • Riverse Directions

Bahasa lainnya “arah balik” maksudnya, ketika kamu mulai nulis kamu bilang begini. “Apa yang kamu baca di sini, jangan dipraktekan dirumah. Soalnya berbahaya, ingat jangan dipraktekan walaupun ini dengan mudah kamu aplikasikan.”

Itu contoh beberapa pendahuluan, kedalaman dan banyaknya buku serta pengalaman mu menentukan kualitas dari tulisan mu. Maksunya, kalau kamu banyak baca buku ekonomi, begitu ngebahas masalah hukum. Kamukan gak semahir anak hukum yang pasti banyak menguasai istilah perhukuman, begitupun sebaliknya. Kamu boleh detail dalam tulisan tapi jangan bertele-tele atau detail-detail banget.

Struktur Esai

Sebuah esai pada umumnya bisa terdiri atas 5 paragraf, 1 paragraf tentang pendahuluan, 3 paragraf isi, dan 1 paragraf berisi kesimpulan. Namun ini bukan merupakan aturan baku. Esai terdiri atas 3 bagian: pendahuluan, isi, dan penutup (kesimpulan).

Pendahuluan merupakan bagian yang menjelaskan penting dan tidaknya tulisan mu itu. Isi merupakan analisis atas gagasan yang kamu sampaikan, mengadunya dengan pendapat lain. Penutup merupakan bagian yang berisi kesimpulan, yang mengakhiri pembahasan sebuah topik.

Paragraf sebaiknya diisi lebih dari 2 kalimat atau setidaknya ada 3 kalimat. Jika esai tersebut bersifat non akademis, maka biasanya terdiri atas 5-6 kalimat setiap paragraf. Sementara yang bersifat akademis pada umumnya 8-10 kalimat. Hal didasarkan pada, saat kita menulis esai akademis. Kita mengutip pendapat ataupun data yang dipergunakan dalam menyusun pendapat kita.

Esai yang bersifat akademis, kita harus bersifat imparsial alias tidak memihak tentang apa yang kita sorot. Jadi hindari kita jangan menggunakan kata ganti aku dalam menulis. Misalnya: saat kita menulis opini yang bersifat akademis tentang banjir. Jangan menulis, “menurut pendapat saya, banjir disebabkan oleh sampah yang menutup selokan.” Namun lebih baik menulis, “banjir di sini disebabkan oleh penyumbatan selokan oleh sampah.” Kita menggeneralisasi pendapat kita sebagai pendapat penulis. Namun jika mau memakai pendapat, pakailah pendapat orang lain misalnya: “menurut bansar, banjir ini disebabkan oleh penyumbatan selokan oleh sampah.”

 

3 respons untuk ‘Semua yang kamu perlukan untuk menulis esai

  1. Ustonyl berkata:

    Bagus dan bermanfaat, kebetulan aku ada pertanyaan, misalnya kita mau bikin jenis esai ekspositori, itu gaya penulisannya boleh pakai kata ganti aku nggak ya? kemudian di tabel klasifikasi jenis esai diatas, ada satu jenis esai yaitu esai informal, pertanyaannya apa yang mas maksud menyangkut gaya penulisannya yang tidak kaku dan cenderung santai begitu? kemudian untuk jenis yang lain seperti misalnya ekspositori merupakan sebaliknya yaitu esai yang formal atau gaya penulisannya kaku. terima kasih sebelumnya mas. oiya namaku tony dari surabaya.
    @rismiyahdi

    • rismiyadi berkata:

      iya mas toni, itu menyangkut gaya penulisannya. Kalau informal itu santai, bahasanya. Misalnya Esai karya Bapak Emha Ainun Najib itu santai, tapi gaya penulisannya baku. Hemat saya, Esai informal lebih kepada gaya penulisan yang bersifat ‘slank’ atau dengan gaya bahasa “jaman now”. Esai di koran atau ruang publik juga cendrung ekspositor. Jadi gak berbelit-belit untuk menyampaikan sesuatu. Karena ruang penyampaianya terbatas. Salam kenal Mas Tono. Saya Rismiyadi dari Banjarmasin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s