Tips memotret untuk yang hobi fotografi ponsel

 DSCF9260

Foto merupakan cara untuk menghentikan dunia dalam sedetik.

Dunia berkembang, kamera pada ponsel berubah dari yang awalnya hanya vga kini sudah megapiksel udah ada yang sampai puluhan seperti Lumia 1020. Apa yang terjadi sekarang, bahkan resolusinya sudah melampaui kamera DSLR apalagi kamera saku. Ada sebagian orang yang mulai sangat berminat terhadap fotografi menggunakan ponsel. Mungkin belum populer jenis fotografi, namun kedepannya pasti akan mendapatkan tempat.

Pernah menggunakan kamera polarid? Saya sih gak pernah, tapi kenapa orang menyukainya? Ya tak lain karena kamera ini memiliki keterbatasan, dan kita menikmatinya. Indah bukan, dengan sebuah kamera unik kita bisa menikmati hasil yang penuh sensasi.😀 Jadi, jangan ragu dengan kamera ponsel.

Kamera pada ponsel sepintas memang tidak dirancang untuk dicetak.😀 kamera pada ponsel lebih sering dicetak di album foto facebook atau instagram.😀 Hohoho, wah terlepas dari itu semua. Saya akan membagikan tips untuk menggunakan hape untuk memotret. Pastikan kamu punya hape yang berkamera, agar tips ini bermanfaat.😀

1. Jangan menggunakan digital zoom. Tahukan lensa di kamera perbesaran buka pada optiknya, lihat deh kamera saku yang memiliki perbesaran optik, lensanya maju mundur. Nah, kalau di hape itu gak ada. Hasilnya, kamu jangan pake digital zoom. Hasilnya gak maksimal, karena konsep perbesarannya sama seperti perbesaran pada aplikasi pengolah gambar. Jika kamu zoom in, gambarnya bakal pecah. Jadi bagaimana? Ya kamu harus lakukan secara manual, maksudnya kamu jalan maju untuk melakukan perbesaran. Jadi kalau mau foto yang makro, kamu dekatkan lensanya ke objek ya. Kalau punya uang lebih, kamu bisa beli lensa tambahan.😀

kamera-SLR-tips-foto-depth2-ponsel-lazada

2. Pencahayaan yang cukup. Kamera hapekan, terbatas gitu. Ada yang make lampu flash ada yang enggak, namun kalau secara explosure (alami). Kamu harus perhatikan arah datang cahaya, jangan memfoto dengan membelakangi cahaya. Karena bayangan mu akan mengganggu objek. Jadi, foto objeknya menghadap cahaya. Kecuali kamu memfotonya untuk mengambil siluet, ya lakukan saja pemotretan dengan membelakangi cahaya. Jika pencahayaannya kurang, pakai saja lampu flashnya. Idelanya itu 2-3 meter kecuali kamu ngambil gambar secara makro (dari dekat).

Waktu yang paling pas buat memfoto adalah jam 8-10 pagi dan jam 2-4 sore untuk memfoto sebuah objek. Namun untuk memfoto landscape, maka dikisaran 2500oK pada pagi dan sore. Namun, dengan kecanggihan aplikasi pengolah foto dan kemajuan kamera, faktor waktu ini tidak dipermasalahkan lagi. Soalnya sekarang sudah mudah di modifikasi dengan berbagai program.

3. Saat kamu mengambil gambar, pastikan antara hati dan momennya itu pas, dihati kamu bilang “shoot” sehingga gambar yang diambil secara maksimal. Tangkap momen yang indah itu kapan saja kau jumpai. Waktu terbaik untuk memfoto itu adalah di pagi dan sore hari. Kalau kamu mau ngambil foto pemandangan alam (landscape) ambil secara horizontal. Kalau kamu ngambil foto manusia (human interest), pake potret. Tapi sebenarnya sih, mana bagusnya aja sih. Itu hanya saran aja, coba lihat gambar perbedaan temperatur warna.😀

perbedaan temperatur warna

4. Pegang hape dengan mantab. Masalah ini hampir sama dengan kamera saku dan DSLR yang akan goyah pas ditekan tombol rana. Ada saran untuk menggunakan timer sehingga kita tidak harus menyentuh layar atau tombol kameranya. Gambar yang goyang pas pengambilan foto, akan tampak blur dan tidak baik. Kalau di kamera, kamu bisa menggunakan tripod. Menggunakan bahu, menjadikan tangan untuk tripod, atau menggunakan apa saja yang bisa

5. Komposisi. Wah ini rada berat, sebenarnya hal ini tergantung pada juru foto. Namun, komposisi akan memperindah hasil gambar. Maksud komposisi di sini, bagaimana gambar objek ini dapat tampil senatural mungkin dengan latar belakang atau latar depanya. Misalnya, kamu memfoto sebuah bunga. Pas ada sampah, kan gak bagus gambar kalau ada sampah warna merah sementara bunganya warna kuning. Kamu bisa menyingkirkan sampah itu atau mengganti sudut pandang gambar.😀

6. Resolusi MPx kamera harus tinggi. Maksudnya bukan mpx kamera yang tertinggi, tapi kamu harus mesetting hape mu dengan resolusi tertingginya. Jangan setting rendah, dengan harapan kamu bisa menyimpan gambar yang lebih banyak. Jangan pikirkan itu, pasang resolusi maksimal untuk hasil yang maksimal. J Jika kemudian tidak memuaskan, kamu tinggal hapus. Tapi lewat laptop ya, lihat tips selanjutnya kenapa kamu gak harus buru-buru hapus foto.

7. Pastikan lensa kamera mu bersih. Gak lucu kan, kalau lensa mu kotor sementara kamu menginginkan hasil yang maksimal. Ya, bersihkan lensa kamera hape mu, ya. Walau kamera hape itu udah ada yang pake flash, tapi tetap aja tidak disarankan buat menggunakan flash. Karena, gambar yang dihasilkan akan nampak kusam dan berminyak. Pada akhirnya, senatural mungkin ya, hal ini kalau kamu makai memfoto dalam mode night atau keadaannya terlalu gelap,😀

8. Jangan buang foto salah. Pas kamu melihat-lihat galeri di hape mu, ada foto yang tampak jelek. Jangan buang dulu ya, kamu pindahkan dulu ke laptop terus kamu lihat lagi. Siapa tahu kamu lihat jelek itu karena dimensi layar hape mu yang kurang, atau resolusi layar hape yang kurang. Sehingga gambar keren dari kamera hape mu gak tampak indah,😀 Teknik foto memang penting, tapikan kalau kamu rajin belajar dan melakukan observasi ketrampilan mu akan meningkat. Jadi, kamu jangan minder. J

9. Potret aja terus. Kamu gak usah selalu mencek foto yang kamu ambil setelah memotret. Kamu hanya harus, memfoto terus menerus saja. Kalau kamu sering travelling, yang hape gak selalu terhubung ke sumber daya listrik. Jangan keseringan mereview, aktifkan hape mu dalam mode penerbangan. Kalau memfoto itu diam-diam aja, sehingga gambar yang dihasilkan itu alami. Tapi jangan bikin orang marah, karena niat mu buat belajar justru menjadi kejahilan buat mu.

10. Kalau kamu lagi belajar, ambil aja gambar satu objek dari berbagai sudut pandang. Kamu foto aja, banyak-banyak misalnya sampai 15 foto. Masa iya, hasilnya jelek semua. Pasti ada yang pas berdasarkan angelnya (sudut pandang). Sekalian kamu memperdalam intuisi yang kamu miliki. Masih dalam usaha belajar ya, kamu tiru aja kerja para fotografer pro, tiru mereka dan rubahlah menjadi milik mu sendiri ketrampilannya. J

11. kenali jeda dari shutter mu. Perhatikan pas kamu mengambil gambar dengan menyentuh shutter di hape mu, ketika kamu menyentuh kan gambar gak langsung diambil. Nah, kamu harus tahu. Jedanya, sehingga saat ngambil gambar kamu bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Kalau di kamera itu namanya speed shutter, kalau di hape namanya lag shutter.😀 Jadi, sangat tidak disarankan untuk memfoto objek yang bergerak,😀 Yap, kecuali kamera hape udah mendukung pemotretan objek yang bergerak, walau demikian tetap disarankan😀

12. Edit dan sharing, sekarangkan ada banyak aplikasi untuk melakukan edit. Nah kamu bisa memakai aplikasi ini memperbaiki hasil gambarnya, tahu gak salah satu cara software itu melakukan perbaikan adalah dengan membaca meta data foto. Setiap foto yang diambil itu biasanya menyertakan waktu pengambilannya, jika waktu sekian sampai sekian akan memiliki kecendrungan wara seperti ini. Aplikasi ini kemudian memperbaikinya, kecerahannya, ketajamannya.😀

kecendrungan warna

Sering-seringlah melakukan percobaan, dari sudut mana aja, waktu kapan aja. Jadi kamu tahu kapan best moment untuk kamera ponsel dalam mengambil gambar. Tidak ada yang terlahir langsung bisa, setiap orang pasti belajar. J

Artikel ini bisa kamu simpan dalam format PDF, klik di sini untuk mengunduhnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s