Uang Meragukan, Uang Terpotong, dan Uang Isolasi

Uang Palsu 2Uang merupakan alat tukar, berlakunya sebagai alat tukar ini karena dinyatakan oleh pemerintah. Pemerintah yang menjamin berlakunya uang sebagai alat tukar menukar yang sah. Uang meragukan alias uang palsu, kenapa disebut uang meragukan? Hanya Bank Indonesia yang berhak untuk menyatakan uang tersebut palsu atau tidak, kita hanya bisa menyatakan uang tersebut meragukan, tapi bukan palsu.

Bicara uang meragukan, bagi sebagian orang akan kesulitan membedakan. Namun, bagi sebagian orang, dapat dengan mudah menilainya. Bahkan tanpa melihat sekalipun, karena hanya dengan menyentuhnya saja sudah berbeda. Bagi orang yang terbiasa mensortir uang, t alias memilah-milah uang yang layak edar atau tidak layak edar dapat dengan mudah mendeteksinya. Bahkan hanya dengan melihat ke dalam uang yang di ban, dia sudah bisa mencurigai uang tersebut. Untuk memastikannya, ya dilakukan hal yang sudah sering disosialisasikan pemerintah yaitu dengan dilihat, diraba, dan diterawang.

Dilihat, uang meragukan itu sudah berbeda. Umumnya berwarna lebih terang dan mencolok, kertasnya berbeda. Itulah kenapa, ketika masih di dalam ban saja sudah bisa di curigai. Diraba, uang meragukan itu licin. Berbeda dengan uang asli yang terasa kasar saat di sentuh. Terus di terawang, cara ini umumnya dilakukan dengan mengangkat ke arah sumber cahaya. Uang meragukan umumnya terdeteksi oleh 2 hal, pertama tanda air alias berbayangnya gak ada, Itukan mudah, lalu meskipun ada bayangannya. Bayangan yang terciptapun mempunyai garis yang tegas, uang asli mempunyai garis yang sedikit agak memudar. Gambar yang tercipta agak kecil dan perhatikan kopiahnya, ya kopiahnya miring ke belakang. Uang meragukan biasanya ditemukan pada denom 50 ribu dan 100 ribu. Hampir tidak pernah dibawah denom 50 ribu uang meragukan ditemukan.

Sekarang ini kita sering menjumpai tulisan, “maaf tidak menerima uang yang diisolasi, lusuh, terpotong.” Umumnya kita jumpai di SPBU namun juga sering di toko-toko. Hal yang menarik, kenapa ada tulisan seperti itu? Kesannya uang tersebut tidak laku, bukannya negara sudah menjamin? Apakah uang tersebut memang tidak layak edar?

Hal ini biasanya dilakukan karena pihak tersebut pernah di tolak atau ada kekhawatiran akan ditolak bank saat melakukan setoran. Ya, sebenarnya itu hal yang tidak mendasar. Tugas bank adalah melakukan sirkulasi uang, uang yang tidak layak edar ditarik dan digantikan dengan uang gress. Uang tidak layak edar ini umumnya berwarna kuning atau kehitaman. Jika di bank uang tidak layak edar alias ule ini akan disetorkan ke bank BI, namun bagi masyarakat uang ini tetap berlaku sebagai alat tukar.

Terkait dengan uang isolasi dan terpotong, nampaknya BI kurang sosialisasi kepada masyarakat sehingga timbul tulisan seperti itu. Baiklah, uang isolasi ini umumnya ditemukan pada uang yang sobek atau terpotong yang disambung kembali. Uang ini berlaku sebagai alat tukar, walaupun kadang kita was-was apakah penjualnya menerima atau tidak nantinya. Saya pernah menjumpai petugas spbu yang nolak uang lusuh dari ibu-ibu. Petugas itu ngomel-ngomel, saya yang dengar jadi kesal juga jadinya. Bukannya 3 S, senyum, salam, sapa, tu petugas malah ngomelin konsumen.

Kembali ke uang isolasi, jika kamu ragu membelanjakannya. Lebih baik kamu simpan, dan nanti kamu tabungkan atau tukarkan ke bank saja. terkait dengan uang terpotong atau isolasi untuk menyambungkan uang tersebut. Kamu bisa melipat uang terpotong menjadi 3 bagian, lalu uang tersebut hilang sepertiga atau lebih? Jika lebih maka uang mu tidak laku, kan gak lucu kalau ada orang yang motong uangnya setengah lalu ditukarkan ke bank dan bank menggantinya. Tapi jika hilang sepertiga aja, uang tersebut masih laku. Jika ragu membelanjakannya, tukarkan ke bank saja. Uang yang terpotong dan diisolasi, itu harus diperhatikan nomor serinya. Jika nomor serinya beda, dipastikan uang mu tidak laku. Agak jarang ditemukan, umumnya bank menggunakan mesin hitung kipas. Jadi yang begini jarang ditemukan, kecuali menggunakan mesin hitung glory. Umumnya teller ingin cepat melayani nasabah, jadi uang tersebut tidak dilihat dengan seksama. Jadi pada umumnya, uang meragukan bisa lolos di bank, tapi 90% ketahuan saat di sortir oleh kasir. Jumlah yang lolos di teller ini umumnya hanya 1-3 lembar, namun kalau ada yang sampai 30 lembar. Perlu dicurigai apakah ada kerja sama antara teller dengan nasabah, atau keseringan tembus uang palsu perlu diduga bahwa teller tersebut kurang waspada.

Sebenarnya ada beberapa bank yang menolak uang yang terpotong dan diisolasi menjadi 3 bagian, artinya ada 3 potong uang yang disambung. Mereka memasukan uang ini ke dalam tipe uang mutilasi. Namun sejumlah bank, memasukan kategori mutalasi ini ke dalam uang tidak layak edar. Jadi santai saja, kalau ragu tabungkan saja uang mu atau tukarkan di layanan bank mobile. Jika suatu ketika kamu menabung uang palsu karena tidak tahu, kamu tidak perlu takut disebut pengedar. Namun jika lolos uang mu, maka uang palsu itu menjadi kerugian dari pihak bank. Haha,😀

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s