Aku, Penjual Pentol, Bengkel, dan Indomaret

Hari ini aku berjalan menuju Palangkaraya hanya sekedar untuk melepaskan penat ku. Kesuntukan, kejenuhan dalam berkerja. Seperti berada di bawah tekanan yang besar karena untuk pertamakalinya aku kalang kabut menyiapkan delevery. Keadaan di mana pengiriman kejar-kejaran. Masalah cinta, mungkin ada masalah. Ku harap semuanya baik-baik saja.
Aku menuju Palangkaraya, perjalanan baru sesaat akan masuk ke Pulang Pisau. Motor mengalami kendala, Pan Ball metic ini putus. Di pinggir jalan yang sepi ditengah hutan, jaringan nihil. Uang cuman 5 ribu di kantong. Aku terdiam di sebuah warung, dengan sedikit di usir aku menjauh dari warung tersebut. Ketika aku mendorong, aku bertemu dengan Pak Agus yang berjualan pentol. Kali ini dia sedang menjaga tukang sayur. Setelah mengobrol, dia bercerita bahwa sebelumnya bekerja di Pangkalanbun di perusahaan sawit. Perusahaan sawit milik Astra. Akupun bercerita bahwa Astra merupakan nasabah kantor kami. Aku lalu ditawarin untuk ditarik sampai bengkel. Aku senang dan sangat terbantu. Aku tersadar, aku seperti mendapatkan karma. Karena berbuat baik, aku juga di balas dengan kebaikan. Pada dasarnya, dalam perjalanan panjang yang nampak suram pun. Allah akan mengirimkan orang-orang baik untuk membantu mu. Aku ditarik sekitar 7 KM, padahal aku sebelumnya sudah mikir. Bagaimana aku pulang, apakah aku bakal mendorong berapa juah? Pak Agus bilang, “saya dulu juga merasakan, gimana dorong motor di Sampit ditengah hutan.” Ceritanya, aku hanya tersenyum.
Sampai di bengkel, aku dibantu menemukan bengkel yang tepat. Maksudnya, bengkel yang bisa menghandle perbaikannya. Ada dua bengkel, setelah ketemu bapak Agus ke Kapuas untuk menggiling daging. Di bengkel ini aku ketemu orang perantau dari Kandangan, akupun bercerita bahwa aku dari Kandangan. Mereka begitu hangat, apalagi pas aku cerita bahwa pernah ke Hamayung Utara ketika PKL semasa kuliah. Mereka semakin hangat, aku dalam hati berkata, “jauh-jauh ke sini, ketemunya orang hulu sungai juga. Gak percuma aku dulu PKL mata kuliah, bisa jadi bahan obrolan. Syukur aku dulu pernah ikutan menjelajah ketika PKL.” Hari ini aku tersadar, mungkin saja aku tidak disukai. Bahkan ketika aku hanya diam saja, akan tetap banyak orang yang tidak menyukai ku. Berkomentar jelek, mencibir, ataupun mencela ku. Aku akan tetap bertahan dengan prinsip-prinsip baik ku. Akan tetap ada orang-orang baik yang membantu ku, entah dia datang seperti pasukan bantuan atau para sahabat yang tetap berdiri disamping.
Ada apa dengan Indomaret di judul diatas? Jadi begini, uang ku cuman ada 5 ribu. Motor yang masuk bengkel, tentu harus dibayar. Gak ada atm, gak bisa tarik tunai di Alfamart atau Indomaret. Aku cuman bisa mikir, gimana bisa tarik tunai. Atas bantuan Kasir Indomaret, aku membayar via ATM untuk konsumennya yang belanja. Jadi, kasirnya membantu ku menjelaskan ke konsumennya yang kebetulan juga kenalannya. Setelah ada uangnya, aku berlanjut menuju bengkel untuk membayar biaya perbaikan. Aku tahu, di setiap kesulitan tentu ada kemudahan. Kemudahan yang akan memberikan kita kebaikan. Akupun sadar, setiap kesusahan akan menemukan solusinya. Ketika tidak semua rencana berjalan sebagaimana mestinya. Kita hanya bisa terus berjalan dengan sabar, bertahan, dan menatap indah di ujung senja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s